Fading Heartbeats

Penulis N
Chapter #16

16

Setelah berbulan-bulan menjalani hubungan jarak jauh yang penuh tantangan, akhirnya Kirana dan Zayden merencanakan pertemuan yang sudah lama mereka nantikan. Rindu yang menumpuk dan kerinduan untuk berbagi waktu secara langsung membuat mereka bersemangat.

Kirana pulang ke kota Zayden dengan penuh harap. Di bandara, Zayden sudah menunggu dengan senyum lebar dan pelukan hangat yang mampu menghapus semua penat selama berpisah.

Mereka berjalan berdua ke taman favorit mereka, tempat di mana semuanya bermula. Suasana hangat dan romantis terasa begitu kental, membuat keduanya semakin yakin bahwa jarak dan waktu tak bisa memisahkan mereka.

Namun, meski bahagia, Zayden menyadari bahwa masih ada hal-hal yang harus mereka bicarakan dan selesaikan bersama. "Kirana, aku tahu kita kuat sampai di sini. Tapi aku ingin kita jujur tentang perasaan dan kekhawatiran kita," ucap Zayden.

Kirana mengangguk. "Aku juga merasakan hal yang sama. Aku ingin kita terus saling terbuka agar cinta ini bisa bertahan."

Malam itu, mereka berbicara panjang lebar, menyatukan pikiran dan hati. Mereka berjanji untuk lebih menghargai waktu bersama, serta menjaga kepercayaan yang telah mereka bangun.

Pertemuan ini bukan hanya soal menghapus rindu, tapi juga memperkuat fondasi cinta yang sudah teruji oleh waktu.

Pertemuan itu memberikan kebahagiaan, tapi sekaligus membuka pintu bagi bayang-bayang masa lalu yang selama ini tersembunyi. Saat mereka berjalan di taman, Zayden tiba-tiba terdiam, menatap jauh ke arah lain.

"Ada sesuatu yang harus aku ceritakan, Kirana," kata Zayden pelan.

Kirana menatapnya penuh perhatian, tahu bahwa apa pun itu, mereka harus menghadapinya bersama. Zayden menghela napas, lalu mulai membuka kisah yang selama ini ia simpan rapat.

Lihat selengkapnya