FILOSOFI RUMAH

Rayasa Kherta
Chapter #6

KEHABISAN KATA

Aku tipe orang yang tidak sabaran mendeskripsikan keindahan semesta, kerinduan rintik hujan serta tingkah laku kabut sisi utara. Namun diantara semua itu aku selalu kesusahan membahasakan dirimu yang selalu tidak cukup aku tulis dengan kata-kata. Apakah aku terlalu ego ataukah kamu yang terlalu menawan. Sebab jika kamu terlalu menawan berarti aku tidak pernah objektif mendeskripsikan perihal dirimu. Aku selalu mencuri banyak ide-ide atas hadirnya dirimu di dunia ini. Entah ini tulisan ke berapa yang aku sampaikan tentangmu dan pasti aku selalu subjektif mendeskripsikan dirimu dalam bahasa dan kata-kata. Maka dari itu aku selalu gagal mendefinisikan cantik pada dirimu yang entah dari wajah, tingkah laku atau pancaran sinar mentari pagi yang tenggelam di wajahmu.

Banjir puisi dalam kamar ini serta jutaan kata-kata jatuh berguguran dalam kepalaku, itulah sebabnya aku selalu kebingungan mendeskripsikan dirimu. Tuhan apakah ini anugrah sehingga lahir sajak-sajak berikutnya yang sebenarnya sama tertuju untuknya hanya saja aku banyak basa-basi untuk sekadar mengatakan cinta. Jika demikian adanya maka pantaslah aku menikmati kebingungan itu setiap saat dan waktu. Pada tulisan ini aku simpulkan bahwa memang benar cantiknnya tiada habis sebab jika habis mungkin aku tidak berhasil merangkumnya dalam kata-kata ini. Suatu saat nanti jika ada kabar tentang kata-kata yang selalu gagal mendefinisikan serta mendeskripsikan kecantikan seorang perempuan mungkin itu aku dalam tulisan ini.


Lihat selengkapnya