FILOSOFI RUMAH

Rayasa Kherta
Chapter #8

DOA SAMPAI KEMANA-MANA

Bukan hanya mencintai yang bisa ugal-ugalan bahkan kemauan pun sebenarnya adalah ugal-ugalan dalam bentuk sopan. Bertameng diantara niat baik pun kadang tidak cukup. Lihatlah dunia ini, berapa orang yang memperdebatkan kebaikan, kemanusiaan hingga terjadi beda pendapat lalu perang yang tak kunjung usai. Bersabarlah atas apa yang kamu mau. Jangan-jangan Tuhan memperlihatkan bahwa sesungguhnya bukan hal itu yang kamu butuhkan. Sebab cara Tuhan membawa kebaikan untuk setiap orang kadang dengan cara mematahkan perasaannya, mengecewakan angan-angannya bahkan memutarbalikkan perasaan dari cinta menjadi benci. Coba ingat kisah seseorang yang suka bepergian mencari sebongkah langit sore, suatu ketika menjadi pribadi yang sangat membencinya akibat kecewa, sedih dan sebagainya.

Tidak ada yang menjamin kebahagiaan atas hidupmu di bumi ini sekalipun perbuatan baikmu menggunung di gudang itu. Jangan pernah GR (gede rasa) sekalipun cobaan itu datang bertubi-tubi hingga setelahnya kamu merasa akan diberikan kelancaran, rezeki dan lain-lainnya. Kapasitasmu bukan disana, biar itu menjadi hal mutlak-Nya. Jalani saja sesabar dan setenang mungkin, jika di suatu perjalanan nanti kamu lelah maka istirahatlah lalu menangis secukupnya. Tidak ada yang salah dari kedua hal itu sebab di sela-sela mata memang diperuntukkan untuk mengeluarkan air mata entah haru atau sedih. Jika laki-laki jarang atau menyembunyikan tangis itu maka biarkan saja, dia memang keras kepala dan tidak ingin terlihat lemah dihadapanmu.

Jika dirasa jalanmu lumayan jauh, sesekali merenunglah sebagai tanda perayaan akan hidup ini. Jangan selalu merayakan bahagia dengan kembang api, kue manis hingga keramaian. Kadang semua itu semu dan hampa, hanya orang-orang kesepian yang sering ikut pesta dan mengunjungi keramaian.


Lihat selengkapnya