Samudra itu luas bahkan lebih luas dari yang kita bayangkan. Lalu, pada ujung yang tidak pernah dipikirkan sekalipun samudra membentang dengan gugusan pulau-pulau megah. Cinta itu penantian bagi kehidupan di dunia ini. Keinginan mampu memacu diri untuk sampai kepada tujuan. Semuanya baik namun salah-salah bisa mematikan. Banyak kisah yang telah terjadi, banyak tragedi yang terulang pada setiap zamannya. Ternyata manusia tidak ada kapoknya. Mencintai dengan ugal-ugalan lalu patah hati sehancur-hancurnya. Berkeinginnan setiap detik namun kecewa setiap waktu. Berlayar hingga bertemu gugusan aurora namun mati kedinginan di ujung kenikmatannya.
Siapa yang dipersalahkan jika hal itu terjadi lagi? Tentu dirinya sendiri yang tidak mau belajar dari kesalahan sebelumnnya. Dunia ini terbuat atas porsinya, yang berlebihan biasanya tidak baik karena salah-salah bisa menyakiti diri sendiri. Aku ingin mengatakan bahwa menyisakan ruang untuk patah hati, kehilangan, berita duka serta perenungan itu sama pentingnya dengan merayakan kebahagiaan. Hidup ini selalu paradoks bahkan kepada cinta, laut, udara hingga keinginan sekalipun akan menjadi mematikan.