Semua rasa mungkin bisa terucapkan namun bukan berarti terbalaskan. Kedua hal itu sangat berbeda bagai langit dan bumi. Yang terucapkan bilamana kata-kata itu meluap bak hujan deras tak terbendung oleh dirinya sendiri. Zaman sekarang siapa yang peduli kata-kata bahkan dia telah mati sebelum diucapkan. Menjadi seseorang yang demikian begitu susahnya seperti tidak ada tempat di bumi yang luas ini. Yang terucapkan memunculkan permasalahan batin berikutnya ketika jawaban telah diterima sebelum perkataan benar-benar usai diucapkan. Adakah dunia berpihak kepada patahnya perasaan lelaki itu? Bilamana ada mungkin perayaan patah hati yang tidak berkesudahan.
Episode mengagumi kini lebih sunyi dari sebelumnnya. Kini dia telah menjelma kata-kata yang rumit dan lara dalam halaman buku-buku itu. Bilamana ada rasa yang paling bahagia mungkin itu angan-anganku ketika sesuai dengan ekspektasi mencintaimu. Jika dalam bentuk buku pun tidak ada ruang untuk mengisahkanmu lalu bagaimana cara aku membunuh perasaan yang tidak bersalah ini? Sejak kapan Tuhan memberi cinta yang begitu megah hanya untuk di sia-siakan salah satu manusia di bumi ini? Mungkin jawabannya ada di kisah selanjutnya perjalanan umat manusia. Tentu yang susah adalah perasaan yang sebatang kara ini menjadi tak bertujuan dan tak bertuan. Adakah sedikit saja kesedihan seusai aku pergi meninggalkan kota yang penuh nostalgia ini, sebab bagaimanapun laki-laki sepertiku jarang dirayakan.
Kini aku telah pergi ke kota lainnya berharap bertemu kisah selanjutnya. Meski dalam kisah ini aku belum selesai namun menetap adalah urusan batin yang tidak pernah usai. Hidupku sebatang kara menjelma nyanyian sunyi. Terkadang berfilosofi untuk menghibur diri malah keasikan sehingga ketidaktahuan itu mengubah banyak hal. Mulai dari mempertanyakan alasan hidupku di dunia ini hingga memperdebatkan ujung langit yang sama sekali tidak pernah kusentuh dalam mimpi atau duniawi. Sebenarnya aku hanya rindu, kemudian kerinduan itu sebatang kara sebab tidak berpenghuni seusai patah hati terhebat bersamanya.