Aku sering merasakan teman datang dan pergi silih berganti. Aku menyebutnya sebuah proses pengenalan karakter, ada yang menetap lalu ada yang berlalu begitu saja. Sebagian orang mungkin marah dan mendiktenya dengan orang yang tidak tahu diri, mengumpat bahkan tidak mau komunikasi lagi. Aku tidak akan demikian sebab berprinsip bahwa urusan karakter, sifat dan tabiat orang lain sudah diluar kapasitas kita untuk mengontrolnya. Aku akan lebih selektif di awal bahwa tipe orang yang begini harus demikian cara menghadapinya. Aku akan terbuka namun terbatas soal kepercayaan. Aku tidak akan menaruh harapan kepada manusia sebab telah banyak kisah, fakta hingga kehancuran awalnya dari kepercayaan itu sendiri.
Seperti kisah temanku mengeluh soal merasa dikhianati sahabatnya karena tidak diperhatikan dan tidak berempati atas cobaan yang dia terima. Bukankah hal itu hanya menguras energi kemudian menumpuk pada perasaan batin sendiri. Jika saja dari awal harapan itu tidak merambah kepada kepercayaan tentang angan-angan teman seperjuangan, sahabat senasib mungkin saja dia tidak sekecewa begini. Konsep senasib dan seperjuangan mungkin sangat relevan ketika masa penjajahan dulu namun sekarang peradaban telah mengubah banyak hal termasuk perasaan, empati, dan simpati. Elegan dalam menghadapi kemajuan teknologi sekeligus kemunduran adab mungkin adalah salah satu cara menghadapi dunia yang dinamis ini.
Aku manusia masih belajar tentang bagaimana caranya hidup. Dalam pertemanan sebisa mungkin menjenguk jika teman sakit. Berkunjung ke rumahnya lalu mengobrol hal-hal kecil yang biasa kita lakukan ketika dia sehat. Meskipun kadang aku hanya mampu membawakan roti tawar dan dua botol air mineral. Mudahan-mudahan dengan hadirnya aku, bisa memberi semangat untuk lekas pulih. Aku merasa lebih berarti datang ketika kerabat atau lingkungan sekitar sedang perlu penyemangat untuk hidup ketimbang datang di masa jayanya. Sebab siapa yang tidak bisa mencintai, perhatian serta menghargai ketika seseorang tersebut berada pada puncak suksesnya? kebanyakan orang sangat mampu dan pasti bisa.