FILOSOFI RUMAH

Rayasa Kherta
Chapter #21

SEMOGA KITA SAMPAI

Ada banyak yang sampai tapi tidak seperti yang diinginkan. Ada banyak yang sampai tapi penuh perjuangan. Ada juga yang sampai dengan santai-santai saja. Lalu dunia ini terbuat dari apa sebenarnya? Kenapa acuan dalam sesuatu hal tidak berlaku sama misal kepada anak seorang miskin jalannya penuh lika-liku tajam bahkan salah-salah nyawa taruhannya. Apa dunia ini telah hilang sebagai bentuk kasih sayang atau kasih sayang telah hilang pada diri manusia itu sendiri. Menurutku, kasih sayang selalu ada dan tidak pernah berkurang hanya saja terkadang peradaban terlalu ahli menutup celah-celah perasaan dalam diri seseorang. Di suatu saat ketika peradaban mulai angkuh bahkan mendikte kebenaran melalui benarnya orang banyak maka disitu kebenaran menjadi kesalahan dan kesalahan menjadi kebenaran.

Sebagaimana perjalanan harus diiringi musik favoritmu, mudah-mudahan seseorang sampai dengan perasaan yang bahagia. Sebab banyak yang sampai namun hanya formalitas. Tentu kesempatan hidup ini terlalu sia-sia jika mengikuti komentar orang lain. Atau orang lain telah mendominasi hidupmu lalu tidak bisa membedakan mana cinta dan mana candu. Semoga banyak yang sampai oleh karena keinginannya sendiri bukan paksaan atau meneruskan keingian orang lain.

Sampai itu adalah soal perasaan. Jika kamu bahagia dalam setiap langkah yang dijalani maka kamu telah berada di jalur sebenarnya. Sebab hidup ini pilihan, tidak semua orang mampu memilih kata hatinya masing-masing. Maka beruntunglah mereka yang hidup atas dasar kecintaannya terhadap sesuatu hal. Semisal, aku mencintaimu tanpa karena-karena. Lalu dia yang bekerja pada bidang yang disenangi serta masih banyak yang lainnya lagi. Cinta itu universal bukan urusan antar personal saja lebih dari itu cinta selalu mampu meredam banyak hal di dunia ini.

maka hiduplah hari ini. Hari esok dan seterusnya bahkan masa depan adalah misteri. Lalu kenapa banyak orang hidup di masa depan sehingga tidak adil pada hari ini?

 


Lihat selengkapnya