Surat Abi untuk Haqi:
Haqi, anakku...
Abi tahu, bayanganmu saat ini adalah melangkah beriringan bersama Ilma, duduk di bangku kuliah yang sama, dan menatap arah yang sama.
Tapi dengarkan Abi. Menjadi laki-laki yang matang itu tidak bisa dibangun dari kenyamanan yang serba pas. Kamu butuh ditempa, dituntut mandiri, dan mendalami fondasi hidup yang tidak akan kamu dapatkan hanya bergantung pada seseorang.
Abi mewasiatkan satu hal: Pergilah mondok.
Tanggalkan dulu keinginanmu untuk selalu ada di samping Ilma. Jangan takut kehilangan jejaknya, karena persahabatan dan ikatan yang sejati tidak akan luntur hanya karena perbedaan jarak dan bangku pendidikan. Kalau jalan kalian memang searah, ilmu dan ketenangan batin yang kamu dapatkan di pondok kelak justru akan menjadikanmu sosok yang jauh lebih siap mendampingi atau berjalan di sisinya sebagai kawan sejati.
Belajarlah menahan diri. Jangan bergantung pada kehadiran Ilma untuk membuatmu merasa utuh. Pergilah mondok, tempa dirimu, dan kembalilah sebagai Haqi yang lebih dewasa.