PROLOG
“Senja selalu indah ketika hal menyenangkan singgah
Tetapi,
Senja menjadi hina ketika sesuatu yang buruk menyelimuti."
Di hamparan kebun teh. Hijau menyebar menyegarkan pandangan. Sepasang kekasih tengah bercengkerama sambil berpegangan tangan dan bersenda gurau. Mereka tengah menantikan matahari terbenam sekitar satu jam lagi. Tetapi cahaya jingganya telah membius benyak pasang mata di dataran tinggi kebun teh itu, tepatnya di daerah Puncak.
Keduanya menikmati pemandangan sambil berjalan bergandengan tangan di antara hijaunya dedaunan yang berjajar bak pagar alam, tingginya sepinggang orang dewasa. Kemudian mereka menyusuri jalan setapak ke tengah perkebunan, di tengah-tengah alam Puncak yang menyajikan pemandangan terhampar luas bagai permadani hijau yang menyegarkan mata. Sepasang kekasih itu sangat menikmati suasana yang menenangkan jiwa. Menikmati udara yang semakin sejuk, udara yang tidak teracuni oleh asap kendaraan yang lalu lalang di jalanan penghubung antara kota Bogor dan Cianjur itu.