First place in my heart

Reveniella
Chapter #14

14. Reuni kecil

Kirani menarik dua garis bibirnya secara terpaksa saat mendengar penututuran Anindya mengenai Bundanya, "jadi jangan pernah sekalipun tanya soal Bunda Jedra, nanti dia bakalan kepikiran"

Kirani mengangguk dengan pasti,"baiklah."

Anindya melepas jaketnya dan memberikannya kepada Kirani, Kirani mengerutkan dahinya, mempertanyakan untuk apa dalam diam.

"Di rumah ini, ada Oma, namanya Sekar arum palupi dan dia benci pakaian baju ketat apalagi skirt," Jelas Anindya.

Kirani mengangguk pasti. Suara mengelengar dari sanggar tari membuat Kirani bergidik ngeri, "Udah biasa itu Oma lagi ngajarin anak-anak sanggar tari buat belajar tari atau, lagi pada belajar main gamelan," terang Anindya.

Hanya dibalas anggukan oleh Kirani, "Aku kayak nggak asing sama nama itu."

Alis Anindya berkerut,"Nggak asing?" Tanyanya, sebenernya memang tidak asing, siapa juga yang tidak kenal oma Sekar secara keseluruhan, sanggar tarinya yang diagungkan sesuai dengan namanya pelita tresno kencono, mendapat medali dimana-mana sebagai sanggar tari terbaik.

"Iya, Ibuku perancang busana penari sekaligus pengantin, aku pindah dari sini karena Ayahku sudah tiada sekaligus cari suasana baru," Cerita singkat membuat alis Anindya yang tadinya berkerut akhirnya tidak berkerut lagi.

"Eh ada Non anin, sama temennya masuk non. Aden Jedra belum pulang lagi kontrol buat non Anita," seseorang menginterupsi perbincangan kami, dengan rok jarik dan kebaya ketat berwarna hijau tua dan sanggul cukup rendah itu membuat Anindya hampir tidak mengenali jika itu adalah bi Asih.

"Iya bi, aku cuman mau ini bi anter kue. Buat Jedra, semoga dia sana anak-anak sanggar tari suka." Ujar Anindya sembari menyerahkan keranjang dan totebang berisi kukis cokelat dan madu.

"Yang di totebag punya Jedra yah bi, suruh minum pakai teh anget. Dia gampang sakit, itu kue jahe cokelat." Ujar Anindya kemudian dan Kirani menyerahkan 2 totebag besar berisi jajanan.

"Saya kirani, kemarin di tolong Jedra ini sebagai keramahtamahan saya dan balasan pertolongannya bi. Tolong kasih yah." Ujar Kirani sembari melempar senyuman, lesung pipi nya terpeta di sekitar bibir dan pipinya.

"Kami permisi dulu yah bi."

****

Tangan Erina bergetar, ia harus melakukannya, tubuhnya pucat pasi ia melihat Anita mengenggam boneka berwarna biru berbentuk paus, itu adalah boneka kesayangan gadis itu.

Anita melempar tatapan bersahabat saat menatapnya mendekat, "erinn.. erinn.." celetuknya.

Gadis yang panggil Erina segera membalikan badan saat ia melihat Jedra mengawasi gerak-geriknya, dan ditambah lagi panggilan Anita yang bertingkah sangat wajar di dekat gadis berhoodie hitam itu.

Bagi Jedra, Anita adalah dunianya, adik kesayangan yang tidak ia lepaskan sedetik pun. Jedra melempar tatapan curiga pada Erina, yang mengunakan hoodie hitam dan nampak sangat mencurigakan.

Lihat selengkapnya