Flow of Red

ElevatedBeat
Chapter #23

Chapter 22 : Suspicion

Dentingan sepatu bot logam Kael selepas panggilan dari Hegemony itu membelah kesunyian lorong barak, menciptakan gema yang dingin dan otoriter. Setiap langkahnya konstan, sebuah ritme yang lahir dari disiplin militer bertahun-tahun, hingga ia sampai di depan pintu geser ruang kerjanya. Dengan satu desisan hidrolik, pintu itu terbuka dan Kael melangkah masuk ke dalam ruang pribadinya yang pengap oleh rahasia.

​Lampu di dalam ruangan itu berpijar dengan dengungan statis yang rendah, memberikan rona biru pucat yang tidak alami. Suasana ruangan terasa sesak, bukan oleh barang-barang, melainkan oleh ribuan file digital yang melayang di layar monitor utama—data-data mentah yang membentuk kerangka peradaban Citadel. Kael duduk bersandar di kursi kulitnya yang sudah mulai retak, jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan meja logam dengan ritme yang gelisah. Di depannya, sebuah jendela data terbuka lebar: biografi lengkap milik Elara terpampang jelas dalam resolusi tinggi.

​Ia menatap foto profil Elara di sana. Itu adalah wajah Elara yang lebih muda, namun memiliki sorot mata yang sama—sorot mata yang menyimpan badai di balik ketenangan. Wanita yang baru saja mengaku "pingsan" karena satu pukulan Silas. Kael tahu betul kemampuan Elara; pingsan karena satu serangan dari pria yang sedang sekarat adalah sebuah anomali yang terlalu besar untuk diabaikan.

​Kael menarik napas panjang, membiarkan udara dingin memenuhi paru-parunya, lalu menekan tombol interkom. "Ranger Elara. Masuk ke ruanganku. Sekarang."

​Beberapa saat kemudian, pintu geser terbuka kembali. Elara melangkah masuk dengan langkah tegak, meskipun ada sedikit keraguan yang tertutup rapat oleh postur militernya yang sempurna. Ia berhenti tepat di depan meja Kael dan memberikan penghormatan. "Ranger Elara melapor, Capt."

​Kael tidak langsung menjawab. Ia memutar kursinya perlahan, membiarkan keheningan menyiksa ruang itu sejenak. Matanya menatap Elara dengan pandangan yang sulit dibaca—campuran antara kecurigaan dan sesuatu yang hampir menyerupai rasa kasihan.

​"Ranger Elara... Nama aslimu?" tanya Kael datar.

​Dahi Elara berkerut halus, ada kilat kebingungan yang lewat sesaat di matanya. "Tentu, Capt. Nama itu terdaftar secara permanen. Hanya pihak Citadel yang bisa melepas dan memasang Hemo-cuff. Semua informasiku ada di dalam chip protokol itu."

​"Sebelum kau ditarik masuk ke timku," Kael menyela, suaranya kini setajam silet, "di mana kau ditempatkan?"

​"Aku dididik dan dibentuk untuk menjadi tactician, Capt. Aku berada di Unit Strategi Sektor 4 sebelum dipindahkan ke bawah komandomu," jawab Elara, masih dengan nada disiplin yang kaku, seolah ia sedang membacakan teks dari buku panduan Rangers.

Lihat selengkapnya