Flow of Red

ElevatedBeat
Chapter #32

Chapter 31 : The Oasis Ledger

Cahaya lampu dari ekergi kytos yang berkedip menciptakan bayangan raksasa di dinding gudang kincir angin. Silas terus menepuk pipi Matthew, suaranya parau karena cemas. "Matthew! Hei, Profesor! Sadarlah!"

​Kelopak mata Matthew bergetar. Sebuah erangan lemah lolos dari bibirnya yang pucat. Tangannya yang kurus meraba tengkuk, di mana rasa kaku dan denyut nyeri yang menyengat seolah menusuk hingga ke pusat sarafnya. Dengan bantuan lengan kekar Silas, Matthew perlahan duduk tegak di atas kursi kayu tua yang berderit protes. Napasnya masih tersengal, pendek dan berat, seperti orang yang baru saja muncul ke permukaan setelah tenggelam lama.

​"Apa yang dilakukan gadis itu padamu?" tanya Silas tajam. Matanya berkilat marah, rahangnya mengeras hingga otot-otot di lehernya menegang. "Apa Mia menyerangmu dari belakang?"

​Matthew memijat pelipisnya dengan jemari yang gemetar, mencoba mengumpulkan kepingan ingatannya yang tercecer seperti pecahan kaca. "Tidak... dia tidak melukaiku secara fisik. Setidaknya, tidak dengan kekerasan. Aku hanya merasa kelelahan yang luar biasa menyerang secara mendadak. Aroma... ada aroma samar seperti bunga yang membusuk, dan tiba-tiba... semuanya menjadi gelap. Aku tertidur begitu saja."

​Jack melangkah maju dari balik bayang-bayang, tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. "Tentu saja kau tertidur! Dia membiusmu dengan gas atau memukul titik sarafmu dengan presisi seorang pembunuh! Tapi yang terpenting sekarang... apa isi sebenarnya dari Box Hitam itu? Apa kau sempat melihat datanya sebelum dia membawanya lari?"

​Matthew terdiam sejenak. Sorot matanya mendadak berubah menjadi kosong dan dingin, seolah ia sedang memutar kembali rekaman barisan kode yang sempat melintas di layarnya sesaat sebelum kesadarannya direnggut.

​"Isinya..." suara Matthew berbisik, bergetar karena ngeri yang murni, "kebanyakan adalah daftar nama yang sangat panjang. Nama-nama orang dewasa, remaja, bahkan bayi yang baru lahir beberapa hari lalu di Sektor luar. Ribuan data biometrik lengkap. Tapi bukan itu yang membuat jantungku hampir berhenti."

​Matthew menatap Silas dengan tatapan yang sangat serius, sebuah peringatan yang tak terucap. "Ada sebuah protokol akses tersembunyi. Sebuah jalur navigasi menuju sebuah fasilitas yang selama ini kuanggap hanya dongeng pengantar tidur atau legenda urban di laboratorium Citadel."

​"Fasilitas apa?" tanya Lea, langkahnya mendekat, hatinya mulai berdegup kencang karena firasat buruk.

Lihat selengkapnya