"Kau sudah kembali, Dave?"
Agatha membuka matanya, saat sebuah kecupan terasa di bibirnya yang dingin. Wanita dengan tubuh ramping itu menggeliat, menyibak selimut yang tadi menutupi seluruh tubuhnya. Tangan Dave meraba paha istrinya, masih terasa lembut meskipun usia tak muda lagi.
kecupan demi kecupan ia layangkan ke tubuh Agatha, seolah mengatakan betapa ia merindukan istrinya itu.
"Kau pasti lelah, mau kubuatkan secangkir teh hangat?" Agatha tersenyum, saat jemari lincah Dave terus menyusuri tubuhnya itu.
"Aku sangat merindukanmu, Sayang. Maaf, karena aku harus sering meninggalkanmu," ucap Dave yang kini melumat bibir istrinya itu.
Agatha meraih tubuh Dave, tampaknya ia tak bisa menahan diri terhadap sentuhan-sentuhan suaminya yang begitu menggoda. Tubuhnya bergerak, membiarkan Dave melakukan apa yang ia inginkan. Agatha tahu, Dave membutuhkan itu. Bukankah ia harus menahannya selama berada di luar kota? Agatha tak akan pernah mengecewakan lelaki itu. Baginya, Dave adalah segalanya.
Dave menjatuhkan dirinya di sisi Agatha. Seluruh energinya terasa terkuras karena wanita itu. Agatha menyentuh dada Dave, merasakan detak jantungnya yang masih terengah. Wanita itu tersenyum, mengecup pipi Dave yang memilih untuk memejamkan matanya.
"Besok kau harus menemui Ethan, Sayang," ucap Agatha yang mendapat anggukan pelan lelaki itu.
...
"Kau sudah bangun, Dave?" Dave memeluk tubuh Agatha, mengecup leher istrinya itu. Menghirup aroma wangi parfum kesukaannya. Agatha melepaskan pelukan Dave, tersenyum lembut padanya.
"Duduklah, akan kusiapkan sarapannya. Ethan sedang mandi, sebentar lagi kalian harus ke kantor, bukan?"
"Kau tidak berangkat?" tanya Dave yang kemudian duduk dan menyesap kopinya.
"Aku akan mengerjakan laporannya dari rumah, hari ini ibu datang berkunjung," sahut Agatha sembari meletakkan piring sarapan mereka.
"Ibu? Kenapa tidak memberitahu?"
"Dia memberitahuku, Dave, tapi aku sengaja tak bilang padamu karena tak ingin mengganggumu. Ibu hanya ingin melihat keadaan kita," kata Agatha.
Ethan berjalan mendekati Agatha, mencium pipi ibunya dengan begitu hangat, "Selamat pagi, Bu."
"Pagi, Sayang, Ibu membuat sarapan kesukaanmu."
"Kau tidak menyapaku, Ethan?" tegur Dave yang disambut senyum lebar Ethan di sana.
"Kapan Ayah kembali? Apakah semalam?"