FORBIDEN LOVE

Dewi Hana
Chapter #5

Bab 5

Agatha menatap Catrine dengan senyum kecil di bibirnya. Gadis itu masih muda, memang seusia dengan Ethan putranya. 

Catrine tertunduk, saat tatapannya terus beradu pandang dengan istri sah Dave itu. Bukan karena merasa malu, namun Catrine ingin menyembunyikan rasa kesal dan cemburunya terhadap Agatha.

Agatha memang masih terlihat cantik, penampilan wanita itu begitu anggun. Tubuhnya ramping, berkulit cerah, serta rambut ikal sepunggung yang dibiarkan tergerai begitu saja.

"Jadi, kau yang bernama Catrine? Bagaimana kau bisa mengenal suamiku? Kau rekan kerjanya? Tapi kau masih terlalu muda untuk menjadi rekan kerja suamiku. Kabarnya ayahmu telah meninggal, benarkah itu?"

Catrine menatap Agatha dengan bingung, wanita itu terus bertanya tanpa memberinya kesempatan untuk menjawab.

"Sayang, kau sudah mendengar tentang Catrine dariku, kan, semua itu benar." Dave tersenyum, seraya meletakkan beberapa potong daging ke piring Agatha.

"Bagaimana kalau kita makan, makanan ini akan dingin jika menunggu lama." Tampaknya Dave berusaha mengalihkan perhatian Agatha dari rasa ingin tahunya terhadap Catrine.

"Catrine, ayo kita makan," ucap Agatha dengan senyum yang begitu ramah.

"Ini Ethan, kau pasti sudah mendengarnya dari suamiku, kan?" kata Agatha lagi, memperkenalkan Ethan yang memilih untuk diam di sisinya.

Entah sudah berapa kali Catrine kesal karena Agatha terus menyebut Dave dengan kata suamiku. Rasanya ia ingin berteriak dan mengatakan bahwa Dave juga ayah dari bayi yang sedang dikandungnya sekarang.

"Ya, aku sudah mendengarnya."

"Ini memang terdengar aneh, tiba-tiba suamiku ingin Ethan menikah denganmu. Apakah kau setuju dengan rencana itu? Kau pasti merasa tak nyaman dengan keinginan Dave, bukan?"

"Catrine sangat menyukai Ethan, Sayang. Kami sudah bicara tentang ini sebelumnya," sahut Dave, seakan tak ingin memberi kesempatan bagi Catrine untuk menjawab.

"Kau menyukaiku?" tanya Ethan yang tergelitik dengan pernyataan ayahnya itu.

"Eh, itu ...." Catrine menatap Ethan dan Dave bergantian, tampak ragu menjawab.

"Ethan, kau tidak bisa bertanya seperti itu padanya. Seorang wanita harus melindungi harga dirinya di depan laki-laki yang ia sukai. Kau mengerti?" sela Dave lagi, yang kali ini membuat Agatha menautkan keningnya.

"Apakah kau juru bicaranya, Dave?"

Dave tertawa mendengar ucapan istrinya, meskipun jantungnya berdetak lebih kencang. Dave begitu cemas, kalau Catrine sampai mengatakan sebuah fakta yang seharusnya ia kubur dalam-dalam itu.

"Ethan, bagaimana kalau besok kau dan Catrine pergi berdua? Kalian harus lebih mengenal sebelum hari pernikahan, bukan?" tanya Dave yang tak ingin menunda pernikahan itu lebih lama lagi.

Ethan mengangguk, lelaki itu mengulaskan senyum kecil, memperlihatkan lesung pipi yang dalam di kedua pipinya.

Bagi Catrine, Ethan memang terlihat begitu tampan. Tak berbeda jauh dari Dave, hanya saja Ethan terlihat lebih pendiam dan tak acuh. Mungkin butuh waktu sedikit lebih lama untuk bisa membuat Ethan menyukai dirinya.

"Catrine, di mana kau tinggal saat ini?" Agatha kembali bertanya sembari mengunyah makanannya.

Lihat selengkapnya