Jim Parker punya intuisi yang tajam. Dia bahkan punya firasat ketika seseorang akan segera mati. Hal ini terjadi ketika dia masih berusia belasan. Ketika masih menjadi mahasiswa dan tinggal di bangunan sempit dua lantai yang sudah begitu tua, dia berkenalan dengan mahasiswa yang dua tingkat di atasnya. Dia lelaki yang terlihat sehat. Tapi pantulan bayangannya tidak terlihat oleh Jim. Hanya orang sekarat yang tidak memiliki bayangan. Lalu tiga hari berikutnya lelaki itu ditemukan tak bernyawa di kamarnya. Laporan resmi dari pihak kepolisian dia dinyatakan meninggal karena henti jantung. Ditemukan obat-obatan di kamarnya. Kejadian ini kemudian berulang setidaknya dua sampai tiga kali sebelum dia menikah dengan Susan. Sejak saat itu dia mulai enggan terlalu dekat dengan cermin. Ketika membeli rumah dia juga meminimalisir adanya cermin, kecuali untuk istrinya berias. Lalu kini, dengan rasa penasaran dan sedikit putus asa di atas kursi rodanya, dia berkali-kali memastikan bahwa pantulan bayangannya masih terlihat di cermin. Susan sudah mencegahnya untuk melakukan itu sejak dia dinyatakan lumpuh sementara.
“Ketakutanmulah yang akan membunuhmu, Jim,” kata Susan.
“Aku masih bisa melihatnya.”
“Berhentilah melakukannya. Kehidupan kita masih panjang. Mari, aku bawa kau ke meja makan.”
Malam itu tidak ada Raymond di acara makan malam. Tak seorang pun tahu ke mana dia pergi. Telepon tidak diangkat.
“Jangan biarkan dia terlalu keras berusaha,” kata Jim. “Kau mau mencarinya, James?”
“Aku akan meneleponnya lagi nanti. Jika memang sampai pukul sepuluh belum pulang, aku akan coba mencarinya.” James tampak kesal, tapi dia tidak ingin membuat keributan.
“Bagaimana ujianmu, Ernest?” tanya ibunya.
“Baik. Cukup baik. Aku hampir menyelesaikan semuanya.”
“Tidak perlu sampai semuanya. Kita tahu cara ujian semacam itu bekerja. Kauyakin kebenaran atas semua jawaban yang kautuliskan?”
Ernset mengangguk. Dia masih menyimpan selebaran itu di sakunya. Dia ingin mengeluarkannya, tapi sepertinya bukan ide yang bagus. Kalau bisa dia ingin membahas ini dengan Ray terlebih dahulu. Tapi kakaknya tidak muncul saat makan malam. Tidak ada opsi lain. James terlalu rasional. Tidak akan berhasil jika harus membahas dengannya. Yang dia temukan mungkin bisa dikategorikan sebagai hal supernatural. Dia sendiri belum sepenuhnya percaya dengan yang dia temukan.