FORMULIR

Mochamad Bayu Ari Sasmita
Chapter #13

XIII

Susan sedang berada di tempat tidur ketika telepon berdering. Dalam penerangan redup lampu tidur sebuah motel dia meraba-raba meja, meraih telepon genggamnya yang tergeletak di sana sejak tadi. Juan tidur pulas di sampingnya. Mendengkur seperti raung mobil. Ketika mengangkat telepon itu, Susan tahu bahwa Edith yang menelepon. Kali ini suaranya gugup. Seperti ada sesuatu yang sedang mengejarnya.

“Tenanglah, Edith. Bicaralah perlahan-lahan.”

“Raymond ditangkap polisi.”

Berita buruk itu membuat Susan tidak berdaya. Dia terkulai, menyandarkan tubuhnya pada dinding. Dia berharap itu adalah kesalahan redaksi. Susan berharap dia salah memilih kata-kata untuk menyusun kalimat. Dia berharap bahwa dia sedang bermimpi.

“James sedang menjemputnya sekarang.”

“Baik. Aku akan pulang.”

“Jaga ayahmu agar tetap tenang. Dia sering ambruk jika hal buruk terjadi kepada anak laki-lakinya. Astaga, semua anak kami laki-laki.”

“Saya mengerti.”

“Bagus. Aku akan menutup teleponnya.”

Susan mengembalikan telepon genggamnya ke atas meja. Dia berjalan ke arah kursi, mengambil seluruh pakaiannya. Dia kenakan satu per satu. Dia bercermin hampir dalam kegelapan untuk menata dirinya. Dia membetulkan rambutnya yang berantakan. Setiap gerakannya membangunkan Juan.

“Mau ke mana?”

“Aku harus pulang.”

“Mengapa?”

“Juan, anakku sekarang ditangkap polisi. Aku harus pulang. Setiap ibu akan cemas jika anaknya berada dalam bahaya. Kau harus mengerti itu.”

Juan berusaha untuk menahannya dengan meraih tangannya. Tapi Susan melepaskan dirinya. Dia menatap nanar kepada Juan. Laki-laki itu ketakutan dengan tatapan itu. Dia tidak ingin Susan membencinya.

Lihat selengkapnya