FORMULIR

Mochamad Bayu Ari Sasmita
Chapter #21

21

Empat hari sebelum hari petugas pemerintahan itu datang untuk mengambil balik formulir yang mereka berikan kepada keluargaku Bill menghubungiku. Tengah hari. Panas matahari menurut laporan cuaca berada di suhu yang cukup ekstrem. Mereka menganjurkan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan. Musim liburan telah tiba bagi anak-anak sekolah. Biasanya, mereka akan mengabaikan saja peringatan ini untuk pergi ke pantai atau tempat-tempat menyenangkan lain.

Bill berkata bahwa dia ada di tempat Mario. Dia baru saja mendapatkan kebebasannya. Dia menceritakan sedikit masa-masa buruknya selama disekap ayahnya sendiri di dalam gudang rumah melalui panggilan telepon. Ruangan penuh jaring laba-laba, benda-benda antik yang tak terpakai, dan sirkulasi udara yang buruk. Dia juga harus makan menggunakan piring timah. Tidak ada kakus di sana sehingga dia harus menggedor pintu dengan sangat keras agar seorang penjaga yang bekerja di rumah ayahnya mengantarnya ke toilet yang ada di dekat pos penjagaan. Makanan yang disajikan sangat buruk. Roti keras, telur dingin. Kadang ada seekor ulat di sana. Bill sempat berpikir bahwa ayahnya berniat membunuhnya pelan-pelan. Yang paling buruk adalah tidak ada wiski. Selama hampir dua minggu dia tidak minum-minum, tenggorokannya terasa kering.

“Hei, aku juga turut berduka untuk kakak iparmu,” kata Bill melalui telepon. “Kau masih punya waktu, kan? Aku ada di tempat Mario sekarang.”

Ketika aku datang, Bill duduk seorang diri, masih membaca buku. Tapi dia sedikit lebih kurus. Untungnya dia bercukur dan memangkas rambutnya dengan rapi. Memang dia tidak dikurung terlalu lama, tapi secara ajaib tempat tertutup akan membuat hal-hal semacam itu tumbuh lebih cepat. Aku duduk di sampingnya. Memesan yang sama dengan yang dipesan Bill. Aku mengeluarkan rokok dari saku. Sejak saat itu, rokok itu tidak kuisap lagi. Isinya hanya berkurang satu batang. Aku menyalakannya dan menawarkannya kepada Bill.

“Kau melakukannya lagi?” Dia mengambil satu dan meminjam korek.

Mario tidak memasang tanda larangan merokok. Mereka yang antirokok bisa mencari tempat lain, kata Mario suatu ketika. Dia benar-benar cukup berani untuk satu hal ini. Dia bahkan tidak peduli jika anak-anak muda tidak mampir ke tempatnya. Baginya, tempatnya adalah milik orang-orang dewasa.

“Lama tidak bertemu, Bill.”

“Seperti yang kukatakan di telepon.”

“Sudah bertemu Margot?”

“Dia menyuruhku untuk tidak menghubunginya lagi. Dia ketemu cowok baru. Hal biasa. Aku hanya mau minum-minum saja sekarang. Ayahku hampir membuatku mati karena tidak memberiku wiski selama masa pengurungan. Bagaimana denganmu?”

“Hanya tiga hari kurungan rumah. James membuatku bosan di rumah. Tapi sekarang aku merasa kasihan kepadanya.”

Lihat selengkapnya