Tangan Michael menahan pelatuk yang siap ia tekan. Ia pun tersenyum dengan lebar.
"Heh, kena kau."
Ia pun menekan pelatuk snipernya. Peluru yang terlontar dari sniper Michael melesat cepat, sunyi, dan tepat mengenai bagian kening wanita bertopeng tersebut hingga tembus ke bagian belakang kepalanya.
Wanita bertopeng itu langsung tersungkur kaku di jalanan. Beberapa rekan kerjanya yang juga mengenakan topeng tiba-tiba muncul bergerombolan dari gang-gang kecil untuk menghampirinya. Seorang anggota grup wanita bertopeng tersebut celingukan ke berbagai arah seperti sedang mencari sesuatu.
Beberapa saat kemudian, ia terdiam kaku, kemudian menatap ke arah Michael sambil menodongkan pistol ke arahnya.
"Sial..."
Michael melepas pandangannya dari sekop sniper. Namun beberapa detik kemudian, gagang kacamata yang ia pakai ditembak oleh wanita tersebut hingga patah dan terjatuh.
Anggota wanita bertopeng lainnya menatap ke arah Michael. Mereka langsung menembaki Michael bertubi-tubi. Dari atap gedung, Michael menundukkan seluruh tubuhnya hingga telungkup. Tembakan-tembakan dari grup wanita bertopeng itu semakin acak hingga mengarah ke kaca-kaca jendela gedung markas hingga hancur.
Pelan-pelan, Michael meraih kacamatanya.
"Mora, hati-hati! Mereka nyerang gedung ini sekarang!" seru Michael melalui kacamata Oxy yang ia pegang.
"Ya, aku coba tutup jendela-jendela gedung ini. Kau coba alihkan dulu mereka semua biar gak serang alat ko-" Grup wanita bertopeng tersebut menyerang tower kecil di atas gedung. "Fuc-" suara Mora tersendat-sendat karena sinyal komunikasi dari kacamata Oxy dan komputer Mora terganggu. Michael tidak sempat nendengar kelanjutan perkataan Mora.
Michael pun menyimpan kacamata itu kembali di lantai.
Michael membalikkan badannya. Kemudian, ia meraih grappling gun dari saku kanan, dilanjut menekan tombol bulat di jam tangannya.
Kini, sepatu miliknya menyala dengan cukup terang. Ia pun pelan-pelan mencoba bangkit, lalu berlari cepat ke arah depan gedung untuk terjun ke depan. Tembakan dari grup wanita bertopeng tersebut mulai beralih ke arah Michael. Michael mengarah grappling gun nya ke puncak gedung depan dia ketika melayang di udara. Ia menarik pelatuknya. Arah tubuh dia kini terkendali melayang ke puncak gedung dengan cepat. Laju tubuhnya semakin cepat.
Sesampainya di puncak gedung, Michael berlari memutar ke bagian belakang gedung tersebut sambil mengambil kembali grappling gun miliknya.
Tembakan-tembakan beruntun menghancurkan beberapa kaca jendela gedung. Dengan cepat, Michael menekan tombol bulat yang ada di bagian dalam jasnya. Ia kini tidak terlihat sama sekali. Jam tangan miliknya mulai menghitung dengan durasi 30 menit.
Ia memutar jam tangan yang ia kenakan, kemudian sebilah pisau masing-masing muncul di kedua pergelangan tangannya. Michael menggeser tombol yang ada di bagian atas grappling gun yang ia pegang. Grapple hook tersebut kini lentur.
Lalu, ia mengaitkan hook tersebut pada pagar-pagar puncak gedung, kemudian melilitkan tubuhnya dengan tali dari grapple hook tersebut.
Setelahnya, Michael berjalan beberapa langkah di bagian kaca-kaca gedung. Begitu menempel, tubuhnya sempat tidak stabil, namun sepatu yang ia kenakan beruntungnya menempel cukup kuat pada setiap kaca gedung yang ia langkahi. Ia menatap kiri-kanan, melihat bagian sisi gedung mana yang tidak terlalu menonjol.
Begitu menemukan bagian sisi gedung yang tidak menonjol, Michael tersenyum tipis. Ia melompat dari kaca gedung. Tubuhnya kini terjun bebas ke bawah. Tali yang melilit tubuhnya lambat laun mulai menegang. Angin-angin berhembus kencang pada baju, jas, dan rambut Michael hingga bisa menyapu rambutnya menjadi sangat lurus.
Tubuhnya yang terbalik itu pun hampir menabrak tanah. Beruntung, tali yang melilit tubuhnya menegang dengan cepat, membuat Michael berhenti dari laju kencang tubuhnya.
Mata Michael melihat sekelilingnya. Dirinya tidak melihat siapapun di jalanan. Ia mencoba membalikkan dirinya, kemudian langsung memotong tali yang melilit tubuhnya. Begitu berhasil memotong tali tersebut, Michael terjatuh ke trotoar, lalu melakukan combat roll.
Ia menekan tombol bulat di jam tangannya. Seketika sepatu yang ia kenakan mulai meredup hingga tak tersisa.
Michael mendengar suara tembakan lagi dengan cukup keras. Dirinya langsung berlari memutari gedung.
Begitu melihat grup wanita bertopeng dari jarak yang sedang, Michael memelankan langkahnya. Grup wanita bertopeng itu sangat fokus menembakkan kaca-kaca jendela dari gedung Indi(e)go, meski kini beberapa jendela kaca gedungnya mulai diganti dengan besi-besi tebal yang menutup.
Seorang wanita bertopeng kemudian menunjuk ke suatu gang. Anggota wanita bertopeng lainnya langsung bergegas menuju gang tersebut.
Michael berjalan pelan-pelan mendekati mereka. Derap langkahnya begitu senyap hingga mereka tidak menyadarinya.
Namun...
Michael menginjak kertas di tanah, hingga menimbulkan suara yang mengganggu fokus mereka. Mereka membalikkan badannya, lalu melihat sekeliling mereka tidak ada apapun.
Michael yang terdiam kaku menelan ludahnya.
Seorang wanita bertopeng keluar dari gang kecil sambil menenteng RPG. Ia berlari-lari, lalu menyerahkannya kepada wanita bertopeng yang tadi menyuruhnya.