Fracture

Cornelius Zii
Chapter #21

Bab 21: 1000 Jalan

Mora mengambil sesuatu dari laci kecilnya. Ia kemudian menyodorkan benda kecil pada Raden. Raden terbelalak melihatnya.


"Ini..."


Mora tersenyum lalu berkata, "Itu flashdisk-mu yang sudah kuperbaiki. Maaf, tapi sebelum aku menyimpannya lagi, aku sempat memutar video di dalam flashdisk itu sedikit di komputerku. Ternyata ada bagian yang sempat hilang dan aku sudah memperbaikinya."


Raden menggenggam flashdisk tersebut dengan erat. Lalu, ia menoleh pada Mora.


"Kau sempat menonton videonya?" tanya Raden sembari mengangkat alisnya. Mora menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menjawab, "Tidak secara penuh. Hanya sebagian kecil di bagian akhir videonya saja. Ada beberapa slide foto-foto dirimu dan keluargamu. Jadi, ya... aku segera menghentikan videonya disitu."


Raden tersenyum pada Mora.


"Terimakasih, Mora."


Pintu ruang kerja pun terbuka otomatis. Michael sedang berdiri di depan pintu tersebut sembari menenteng secangkir kopi. Suara derit pintu terbuka terdengar cukup keras hingga membuat Mora dan Raden menoleh pada Michael. Michael berjalan masuk ke dalam ruang kerja sambil menyeruput kopi yang ia tenteng. Michael menoleh ke arah kanan, ia melihat ada beberapa mesin yang masih berantakan. Matanya pun menoleh ke arah Mora.


"Kau belum bereskan mainanmu itu?" tanya Michael sembari menyimpan cangkirnya pada meja.


"Belum, aku masih mau mengerjakan sesuatu," balas Mora seraya membalikan badannya kembali. Matanya fokus pada komputer besarnya.


Suasana pun seketika hening. Mora memerhatikan monitor dengan fokus, begitupun dengan Michael. Mata Raden tidak bisa berfokus pada monitor Mora. Dirinya menatap seisi ruangan dengan cepat. Pandangannya sempat terfokus pada papan seluncur besi dengan motif-motif unik yang menggantung di tembok. Namun, matanya berputar kembali ke arah lain. Hanya suara ketikan keyboard Mora lah yang terdengar jelas oleh telinga Raden.


"Anu..." Suara Raden memecah keheningan. Mora menghentikan jemarinya dari keyboard, lalu menoleh pada Raden, begitupun dengan Michael, ia menoleh pada Raden. "Aku mau bertanya, apa aku harus melakukan misi ini di setiap malam?" lanjut Raden. Matanya menatap Mora.


Mora berfokus kembali ke monitor besarnya. Tangannya lanjut mengetik keyboard lagi.


"Soal itu, kau hanya perlu menjalankannya setiap seminggu sekali saja di malam hari. Selain karena aku perlu waktu menunggu data dari Razor, kau juga masih belum pulih sepenuhnya, 'kan?"


Raden menatap kakinya. "Ya, kau benar. Cuman... kira-kira apa ya yang harus kulakukan sambil menunggu misi itu lagi?"


Mora mengangkat bahunya. "Entahlah, biasanya anak seusiamu ngapain? Main games? Olahraga? Pacaran? Entahlah, lakukan aja apa yang kau mau asal tidak merugikan kami. Itulah kenapa kusediakan gym, kamar, komputer, dan kau juga bisa menghirup udara segar di lantai atas. Dan... jangan keluar dari markas ini tanpa sepengetahuan aku dan Michael, paham?"


Raden mengangguk. "Ya, aku paham."


Mora tersenyum tipis. "Bagus. Sebaiknya kau tidur kalau ngantuk. Selain itu, aku juga mau ngobrol sesuatu dengan Michael secara privat, bisa kau pergi ke kamarmu sebentar?"


Raden mengangguk. "Ya, baiklah." Dirinya pun beranjak pergi dari kursinya, lalu pergi ke kamarnya. Raden membuka pintu kamar dengan wajah bosan. Begitu masuk ke kamarnya, ia melirik pada komputer yag terletak tidak jauh dari dirinya. Ia pun duduk di kursi dekat komputernya, lalu menyalakan komputer tersebut. Begitu komputer menyala sepenuhnya, Raden menancapkan flashdisk pada komputernya.


Ia membuka file video yang ada pada folder flashdisk tersebut. Video tersebut menampilkan sebuah rekaman ayah Raden yang sama. Raden menggeser timeline video hingga ke bagian akhir—dimana ketika tim medis, teknis, dan beberapa kru lainnya segera menghentikan aksi Halim yang brutal, video pun pelan-pelan memudar dengan layar hitam.


Pelan-pelan, sebuah teks muncul dari video tersebut dengan bertuliskan: Ayah tahu, ini pahit bagimu. Teks tersebut memudar, lalu muncul teks lain bertuliskan: Tapi, ayah lebih memilih begini, daripada kau menemukannya di tempat yang lain.

Lihat selengkapnya