Fragmen Kisah Yang Tersisih

myht
Chapter #4

Senjata Sudah lengkap

"Oh iya, Dan, tahu nggak nama desain bangunan perpustakaan itu apa? Arsiteknya orang tuamu, kan? Masa kau nggak tahu?" Di parkiran sebelum pulang dari kafe, Adam menanyakan kembali isi pesan yang lama belum terjawab.

Dani yang sedang memberikan helm pada David di boncengannya berpikir sebentar. "Hm ... lupa nanya lagi. Yang aku tahu itu terinspirasi dari perpustakaan di Beijing. Kalau nggak salah, ya," ucapnya.

"Kalau nggak salah berarti benar. Memang entah di manalah otakmu itu."

"Bown, aku lagi serius. Urgent," ucap Adam dingin pada Bownie yang duduk di boncengannya.

David pun menepuk-nepuk punggung Bownie. Adam memang terkenal paling serius di antara mereka. Sudah seperti ketua geng, sekaligus tempat bercerita dan meminta saran. Maka dari itu, biasanya mereka akan menurut saja jika nada suara Adam terdengar tanpa intonasi.

"Ini namanya." Dani menunjukkan foto-foto perpustakaan bernuansa alam di Google.

"Li ... Yuan." Adam mengeja nama yang tertera di sana.

"Bapakku sering ke sini pas kuliah S3 di Beijing, makanya terinspirasi bikin perpustakaan kayak gitu di sekolah kita. Terinspirasi ya, bukan meniru."

"Agak beda memang."

"Pasti beda-lah, Dave. Namanya juga terinspirasi. Di perpustakaan sekolah kita masih ada lorong-lorong, meja, sama kursi belajar. Kalau di Li Yuan, tangga-tangganya bisa dipakai jadi meja atau tempat duduk. Ah, pokoknya perpus kita paling keren dibanding sekolah lain."

"Buat apa sampai harus tahu siapa Arsiteknya, Dam?"

Lihat selengkapnya