Fragmen Kisah yang Tersisih

myht
Chapter #7

Gadis di Perpustakaan

Sisa-sisa air hujan menetes dari kanopi perpustakaan. Bunga di taman lembas menegaskan hawa dingin. Jejak-jejak kaki Dani membentuk cekungan di tanah basah yang seketika terisi penuh dengan air. Ia berhenti sejenak memandang pintu masuk dan tampak beberapa murid bergerombol keluar. Keramaian yang tak biasa membuatnya sedikit enggan melangkah. Sementara, dua buku Paulo Coelho di tangan harus dikembalikan hari itu juga.

Gerimis pun mulai deras. Leher jaket ia rapatkan, lalu berlari masuk ke sana.

"Daniii!" Ibu Tarigan menyambut dari belakang meja tinggi resepsionis.

"Kak Mira kemana, Bu?"

"Sakit."

"Ooh. Lagi rame, Bu?"

"Biasalah, murid-murid baru masih semangat. Nanti juga sepi lagi. Ini aja masih termasuk sepi. Tahun lalu antrian sampai ke depan pintu."

"Buku tamu aja belum penuh, Bu," timpal Dani sambil mengisi data.

"Eh, tapi ada satu orang yang persis seperti kau, Dan. Hampir setiap hari ke sini."

"Siapa, Bu?"

"Ada murid perempuan. Nanti ibu kenalkan kalau dia datang. Cantik orangnya."

"Saya ke sini mau baca buku, bukan mau lihat yang cantik-cantik, Bu."

"Ya, siapa tahu aja bisa jadi teman membaca. Ibu nggak bilang harus pacaran, loh."

Dani pun membalas dengan seloroh untuk mempersingkat waktu sebab ingin segera sampai ke lorong tempatnya biasa tidur. Setelah mengembalikan buku, ia langsung menuju dua rak langganan yang berjejer tegak lurus dari dinding partisi ruang resepsionis. Ibu Tarigan yang memberitahu di sanalah buku-buku fresh dipajang setiap 3 bulan sekali. Tak menunggu lama, tangan Dani telah penuh, lalu berpindah ke belakang rak pertama. Sudut yang terbentuk antara dinding partisi dan dinding fasad jadi tempat sandaran dengan cahaya tentram menerangi dari jendela. Suasana hening perpustakaan instan membuai pikiran hanyut ke dalam buku.

"Andrewiiii," teriak Ibu Tarigan beberapa menit kemudian.

Dani berdecak kesal. Mau tak mau, telinganya aktif mendengar pembicaraan di resepsionis sambil tetap berusaha fokus membaca.

"Kak Mira ke mana, Bu?"tanya suara murid perempuan itu.

"Lagi sakit."

"Sakit apa, Bu?"

"Demam. Cuacanya lagi kurang bagus. Keponakan saya juga ada dua orang yang lagi demam. Makanya kita harus jaga kesehatan biar nggak gampang sakit, Drew. Rajin makan buah dan sayur supaya imunnya kuat, bener nggak?"

"Bener, Bu. Setuju. Oh, iya, buku yang Ibu rekomendasikan kemarin bagus. Belum sehari sudah selesai saya baca."

"Serius?"

"Serius, Bu. Ini saya mau kembalikan, t'rus mau pinjam buku lain lagi."

"Jarang-jarang loh ada murid seperti kamu, Drew."

"Ah, masa sih, Bu. Saya mau cari buku yang lain lagi boleh ya, Bu?"

"Boleeeh. Silahkan langsung dipilih-pilih aja. Bebas. Sering-sering ke sini yah, biar Ibu sama Mira nggak kesepian."

Lihat selengkapnya