Fragmen Kisah yang Tersisih

myht
Chapter #14

Membangkitkan Hati

Selalu ada alasan mengapa memilih tetap bersama. Ada cerita indah yang susah diabaikan meski hati sudah terluka. Kapan pun kesungguhan dipinta, akan timbul cerita dari setiap sisi kala janji terpaksa tak nyata. Hanya bagian lain diri yang akan menghardik dan bagian utama menurut ke mana arah angin membawa. Sejatinya, setiap orang pasti pernah tetap ingin 'mengutarakan' meski dari luar jelas lengkara.

...

1 minggu berlalu ....

Angin segar Sidikalang bagaimana pun harus berganti dengan angin dingin Bandung. Diva sudah harus kembali ke sana untuk kembali jadi budak korporat. Agitha memeluk erat sebab tidak akan ada lagi begadang mendengarkan nasihat-nasihat panjang, cerita-cerita heroik masa perkuliahan, hingga suka duka dunia orang kantoran. Dengan sahabat-sahabat David ia sudah akrab, bahkan tiada yang lolos dari interogasinya. Mereka semua pun ikut mengantar ke pool Damri.

"Bunda, Dave, Teteh janji akan bujuk Ayah ke sini," ucap Diva selagi memeluk mereka satu per satu.

David mengangguk ala kadar saja, mengingat rencana berlibur ke TWI buyar setelah sang ayah tak jadi ke Sidikalang.

"Kutunggu putusnya, Kak," bisik Bownie mengedip genit saat gilirannya tiba. Kepalan tangan Diva menjawab dan malah ia balas dengan kecupan angin. Mau tidak mau, Issano dan Dani menarik paksa agar menjauh.

Beberapa menit kemudian, lambaian tangan gadis itu dari mobil sewa semakin jauh hingga tak terlihat lagi. Lalu-lalang orang temani langkah David cs keluar dari pool, sementara Agitha membonceng Bunda Adelia pulang dengan motor. Hampa menghinggapi David karena ayahnya tak jadi datang dan seperti kehilangan dua orang sekaligus dalam satu waktu saat memandang lambaian tangan Diva.

"Kau itu belum tobat juga ya, Bown. Nyawamu cuma satu. Jangan coba-coba banyak tingkah sama Kak Diva," celetuk Dani.

Lihat selengkapnya