Fragmen Kisah yang Tersisih

myht
Chapter #16

Di Balik Layar

Beberapa hari kemudian ....

"Anak hasianku, Adam. Kau ajalah yang jadi Raja Sisingamangaraja, ya. Enggak ada lagi murid lain yang lebih pantas dari kau," ucap Ibu Silaban sambil mengelus-elus lengan Adam.

Pagi hari di ruang guru, ia membujuknya ikut pementasan drama di pensi Agustusan. Untuk pertama kalinya sekolah mengadakan pensi besar setelah sebelumnya hanya syukuran kecil-kecilan di lapangan. Pimpinan yayasan yang baru menjabat menginginkan sebuah perayaan besar karena tahun ini jumlah siswa baru dan prestasi di bidang olahraga meningkat dua kali lipat. Namun karena banyaknya agenda sekolah, pensi pun diundur sampai ke akhir September.

"Maaf, Bu, saya bukan bermaksud menolak, tapi ada baiknya siswa lain saja yang memerankan. Anak-anak ekskul teater bimbingan ibu, misalnya."

"Anak-anak teater malah memilih kamu, Nak. Mereka bangga kalau seandainya kamu mau gabung di drama ini."

"Kebetulan ... beberapa bulan ke depan saya masih sibuk, Bu. Program-program OSIS sudah harus berjalan mulai minggu depan. Saya takut tidak bisa fokus dan merusak pertunjukan."

"Enggak ... ibu jamin pasti enggak. Nanti ibu yang akan minta izin ke kepala sekolah supaya jadwalmu disesuaikan, ok?" ucapnya memaksa berjabat tangan. Guru-guru lain ikut sahut menyahut meyakinkan bahwa peran itu sangat cocok untuknya.

...

Siang di kantin ....

"Bulan September masih lama tapi udah sibuk aja Bu Gempal ini." Bownie menggerutu mewakili isi hati Adam yang masih sibuk berkutat dengan berkas-berkas kegiatan OSIS di kantin.

"Makanya, kau aja yang ikut drama itu, Bown."

"Gila kau Dani Megantara! Masa aku pula yang jadi Raja Sisingamangaraja. Kau masih waras atau gimana?"

"Sepanjang sejarah hidupmu kan nggak pernah ikut kegiatan sekolah, makanya cobalah sekali-sekali."

"Dan ... kalau perannya jadi raja yang banyak selir, tanpa ditawari pun aku langsung mengajukan diri," jawab Bownie serius membuat Dani tersedak dan ditertawai oleh teman-temannya.

"Padahal kudengar-dengar anak teater yang ikut cantik-cantik, loh, Bown."

"Apalagi itu, No! Habis-lah nanti kugoda mereka semua. Udah pasti dikejar-kejar bu Gempal aku sampai ke ujung dunia karena dramanya porak-poranda. Bukan tentang pahlawan lagi nanti dramanya, tapi tentang Raja Bownie mencari cinta sejati. Yak! Inilah dia .... Take Me Out versi Raja Bownie ...!"

Tergelak-gelak mereka menyaksikan Bownie bersandiwara seperti pembawa acara di TV. Adam yang sedari tadi berwajah kusut pun ikut tertawa geger.

"Baru gitu aja udah sakit perut kalian ketawa, kan?" Bownie menambahi. "Kalau ada peran raja yang banyak selirnya, kasih ke aku aja. Tidak perlu akting, tidak perlu menghapal naskah. Langsung aja mainkan dramanya di hari-H. Pasti sukses."

"Langsung dapat piala. Nggak perlu nominasi-nominasi."

"Betul, saudara David."

"Rencananya Pensi mau dibuat di mana, Dam?" sela Dani.

"Biasa. Di aula."

Lihat selengkapnya