Fragmen Kisah yang Tersisih

myht
Chapter #19

Perkenalkan ....

"Selamat siang teman-teman."

"Selamat siaaang."

"Perkenalkan, nama saya Adam Witjaksono. Saya berperan sebagai Raja Sisingamangaraja."

Peserta drama bertepuk tangan gemuruh. Pilihan Ibu Silaban memilih Adam sebagai Raja Sisingamangaraja berhasil memeriahkan suasana perkenalan naskah.

"Perkenalkan, nama saya Mefia Andrewi dan akan berperan sebagai Putri Lopian," ujar Andrewi kemudian.

Suara tepuk tangan beralih normal. David satu-satunya yang paling semangat menepuk tangan dari pojok ruangan. Siang itu, setelah mendengar arahan kepala sekolah di lapangan, sesi latihan pun resmi dimulai. Di bagian drama pensi, hari pertama diawali dengan sesi perkenalan pemeran dan naskah. Para pemeran utama diundang ke depan terlebih dahulu untuk memperkenalkan diri. Adam merasa energinya menguap seketika kala berdiri bersampingan dengan Andrewi. Seluruh dunia serasa ikut menekan-nekan dada, tangan di belakang berpaut gelisah, mata dan telinga terpaku pada Amelia yang sedang menjelaskan garis besar dialog mereka. Kalau saja David tak ada di sana, ia pasti akan langsung pindah. Apalagi hanya mereka berdua yang berdiri di sisi kiri.

Tekanan tingkat tinggi kian kacau saat Ibu Silaban menyuruh mereka duduk semeja untuk membangun chemistry. Tak ayal, badai topan melanda isi kepala. Bagaimana mungkin bisa mendapatkan chemistry, jika yang ia butuhkan saat ini adalah menghindar? Begitu duduk, Andrewi mengulang perkenalan lagi. Tak ada darah yang berani mengalir ke wajah dan tangan Adam saat berjabat tangan. Kelenjer keringat menganga lebar. Sungguh jauh lebih baik berhari-hari tidur larut malam me-review laporan-laporan kegiatan OSIS dari pada situasi ini, pikirnya.

"Kak Adam, temanku ada yang ngefans sama Kakak," ucap Andrewi tiba-tiba.

"Siapa?" tanya Adam singkat.

"Namanya Shaniar. Aku nggak nyangka bisa ketemu Kakak di sini. Dulu kami beberapa kali datang ke kelas Kakak mau minta tanda tangan sama foto bareng, tapi nggak pernah kesampaian hehe ...."

"Oh."

"Sebenarnya kami takut ganggu, tapi Shaniar terlanjur nge-fans banget."

"Hm."

Seketika Adam menyesali reaksinya yang kaku sebab Andrewi hanya terkekeh lalu diam fokus ke depan. Dialog-dialog yang dulu sempat terbayang di dalam khayalan pun terputus begitu saja. Dan di sana, tepat di hadapan mereka, ada David sedang berdiri tertunduk gelisah memainkan kaki. Walau penasaran, tapi ia tak sanggup menyigi pandangan apa yang Andrewi layangkan untuk sahabatnya itu.

"Selamat siang. Perkenalkan, nama saya David Ginandjar Bara. Saya akan berperan sebagai tentara Belanda," ucap David memancing riuh rendah murid-murid perempuan di baris belakang.

Mereka saling bersahut-sahutan menggoda. Andrewi menengok ke sana dan mau tak mau Adam ikut menoleh sebab wajah gadis itu jadi mengarah padanya.

Lihat selengkapnya