"Dam, kenapa aku kena marah juga, ya?" tanya David di sela-sela latihan, bingung mengapa Andrewi tak membalas senyum saat masuk ruangan.
"Aku salah apa?" tanyanya lagi melihat Adam masih memejamkan mata dan duduk bersender ke tembok.
"Dia masih marah. Suruh Dani minta maaf aja."
"Iya, juga. Dia belum minta maaf, ya?"
"Hm," balas Adam tanpa nada. Lelah sekali badan dan jiwanya. Sedari tadi tak ada adegan yang lolos dari kritik Ibu Silaban.
Beberapa puluh menit kemudian latihan ditunda untuk istirahat. Saat itulah Adam melihat David keluar ruangan. Dia pasti menelepon Dani, pikirnya, lalu kembali fokus pada Brienna dan Andrewi. Mereka duduk bertiga sedang asyik membahas ini itu. Namun saat memandang wajah gadis itu seksama, isi kepala malah berbicara sendiri. Ada satu kesimpulan samar-samar yang baru saja mendekap benaknya.
Ia yakin Andrewi juga menaruh hati pada David.
Jelas-jelas mereka semua di sana saat insiden kantin Timur. Dani si tersangkanya maka wajar kena marah. Lalu David? Kenapa juga terimbas berang? Mengapa hanya mereka berdua? Selain itu, sepanjang latihan Andrewi beberapa kali mencuri pandang David namun menghindar jika berdekatan. Banyak dugaan bergulir dan keyakinan samar-samar itu selalu muncul sebagai simpulan.
Hingga tibalah di tengah sesi istirahat. Samar kian tegas bermuara kala gelagat gugup Andrewi tertangkap jelas saat David menghampiri. Bagaimana gadis itu memaksa Brienna berdiri menemani ke meja minuman bukanlah efek dari insiden di kantin. Itu adalah upaya menutupi gugup agar tak salah tingkah. Ia sendiri melakukannya jika melihat Andrewi di kejauhan. Tak pelak, sanubari pun didera nelangsa. Sebab setiap kali mereka berbincang, ada prasangka mungkin gadis itu juga menyukainya. Nada ceria dan ceplas-ceplosnya membias hingga melubangi tameng pertahanan.
"Ngomong sana," usirnya pada David agar dentam hati terhenti sebelum membuncah.
Seiring langkah sahabatnya itu kian dekat, gelisah justru kian bertalu-talu, tak sanggup membayangkan mereka berbincang berduaan. Adam pun segera bangkit bergabung dengan pemeran lain untuk menenangkan panas hati.
...