Fragmen Kisah yang Tersisih

myht
Chapter #23

Sinyal

Suasana tegang mengisi sore di pendopo halaman samping rumah Dani. Sejak kembali dari mengantar Andrewi pulang, Issano dan Bownie menginterogasi atas tindakan impulsifnya itu. Dani berkilah hanya tindakan spontanitas biasa, tiada maksud romantis. Ia tadinya sedang menunggu David untuk meminta maaf bersama tapi tak kunjung datang sampai Andrewi sudah keluar dari gerbang. David juga yang seharusnya mengantar gadis itu pulang, namun malah pergi menjauh saat Dani sudah menyelesaikan misi meminta maaf. Maka, tak mungkin gadis itu ditinggalkan sendirian begitu saja, bukan?

Meski sudah menjelaskan begitu berulang kali, mereka masih tak percaya. Sementara David hanya mendengar dalam diam sembari menelaah tiap gelagat sahabatnya itu. "Kalau kau juga suka dia, nggak masalah, Dan," ucapnya tiba-tiba.

Seketika mereka semua terdiam memandang heran.

"Andrewi juga manusia biasa yang punya perasaan dan bukan aku atau kita yang berhak mengatur siapa yang dia suka. Jadi kalau kau juga suka, silahkan. Kita bersaing sehat. Biar dia yang memilih."

"Nggak, Dave. Aku nggak sejahat itu mengganggu kalian."

"Lebih jahat lagi kalau menganggu diam-diam. Lebih baik dari awal kita transparan."

Ucapan David itu rupanya ikut menyentak Adam yang sedari tadi duduk terpejam bersender di sudut pendopo. Jejak patah hati masih menguasai dan energinya masih belum utuh kembali untuk membuka suara.

"Aku nyerah," Dani mengangkat kedua tangan. "Kalian berdua lebih cocok. Toh, dia juga pasti lebih memilih kau, Dave."

"Setuju."

"See?! Dewa cinta sudah berbicara. Silahkan Dewa Cinta, jelaskan mengapa Anda setuju."

Lihat selengkapnya