Fragmen Kisah yang Tersisih

myht
Chapter #26

Eskalasi Pembuka

Adam menunggu dalam diam memandangi riak air di natatorium. Tadi pagi David baru membalas pesannya dan meminta bertemu di sana. Ia berdiri menyender ke tembok di dekat kursi beton panjang dengan asumsi juga hipotesis saling beradu di kepala.

Patah hatinya masih belum sembuh. Telah sirna harapan. Berkali-kali membuang nafas kesal tidak akan merubah fakta bahwa Andrewi dan David saling menyukai. Ia sungguh peduli dan menyayangi mereka dalam bentuk kasih berbeda. Dua dari beberapa orang yang sangat ingin dipertahankan dalam hidupnya. Namun hati serta tubuh membias, sebab patah hati telah lumpuhkan logika. Sungguh pun menghindar, tetap saja ia kalang-kabut waktu Agitha menelepon dan berkata sahabatnya itu ingin membahas sesuatu yang mendesak.

Tengah larut menyelami rekonstruksi memori, suara pintu terbuka serta merta menggema. Adam mengangkat wajah. Di sana, orang yang ditunggu sedang berjalan tergopoh-gopoh.

"Ada masalah apa sampai Githa panik seperti itu?" sambutnya saat jarak mereka sudah dekat.

"Ah, si Githa bikin heboh aja. Bukan apa-apa, aku cuma mau minta bantuan."

"Bantuan apa lagi?"

Suara datar Adam yang tiba-tiba memancing emosi David. Jejak prasangka buruk kemarin malam masih menyumbat akal sehat. "Minta nomor handphone Andrewi," ujarnya tetap tenang.

"Minta ke orangnya?"

"Kalau kau punya kenapa harus minta ke orangnya?"

"Aku nggak punya. Minta ke dia aja."

"Kalau aku bisa, sudah dari tahun lalu, Dam."

"Jadi intinya kau mau minta tolong apa?"

"Tolong bantu meminta nomornya. Ini yang terakhir. Lain kali aku akan berusaha sendiri."

Adam memandang serius lawan bicaranya. "Ini yang terakhir ya, Dave," ucapnya lega kemudian sebab mengira telah ketahuan menyimpan data pribadi Andrewi.

"Ok. Kita minta nanti waktu latihan. Jangan sampai Bownie tahu."

Lihat selengkapnya