Fragmen Kisah yang Tersisih

myht
Chapter #29

Semua Titik Mengarah Padaku, Drew

Bab ini berdasarkan isi rekaman video David yang ditemukan oleh Diva dan Agitha. Ada beberapa video acak dan inilah cara terbaik untuk membahasakannya.

Berbalut gaun putih di teras gereja dan rambut yang tertiup angin, kau di sana berdiri sangat memesona. Betapa sempurna ciptaan Tuhan, ucapku di dalam hati. Betapa aku belum layak ada di sampingmu. Jika mau jujur pada diri sendiri, sebenarnya tanggamu terlalu tinggi. Aku bukan orang yang bisa kau andalkan nantinya. Kau hanya akan berakhir menangisiku atau mungkin ikut menyerah seperti kedua orang tuaku. Jika mau jujur lebih dalam lagi, mungkin Adam yang cocok bersanding denganmu. Kalian sama-sama sempurna.

Drewi, tapi sekali lagi aku ingin tetap bersikukuh. Ingin egois. Sekali ini saja aku ingin memiliki takdir itu. Aku ingin ... aku yang membahagiakanmu. Bisakah laki-laki yang terlahir tidak sempurna ini bersanding denganmu yang jauh untuk digapai? Itulah ragu yang berkecamuk dalam kepala saat menghampirimu ke teras gereja dan kulawan itu semua. Aku tetap maju karena ... dengan bersamamu badai tenang.

Dam kami masuk duluan

Send

Kukirim pesan itu agar ada alasan mengajakmu masuk ke dalam gereja. Juga agar cemburu reda sebab ada banyak mata yang menatapmu. Bahkan angin pun menyentuhmu lembut. Aku cemburu karena dia bisa sedekat itu.

Jika bisa menyampaikan ini padamu, aku ingin berkata, gereja adalah tempat favoritku. Tempat paling damai yang pernah kutemukan. Bukan karena religius, tapi karena di sana aku seakan-akan sedang melakukan gladi resik pertemuan dengan Tuhan. Dulu itu adalah keinginan terbesarku karena bersama-Nya rasa sakit akan hilang dan kebahagiaan akan abadi.

Sampai akhirnya kita bertemu. Aku pun punya keinginan lain. Bukan lagi agar bertemu dengan Bapa secepatnya. Tak lagi merayu-rayu agar ditempatkan di surga. Bukan lagi penghiburan untuk keluarga dan sahabatku saat aku pergi nanti. Doaku sudah berganti.

Aku ingin hidup.

Aku berkata, "Engkau punya segalanya. Tolong beri sedikit saja dari segala yang Kau punya." Lama kelamaan, aku jadi menyalahkan-Nya karena memberi takdir yang mengerikan ini. Mengizinkan aku lahir, mengizinkan bertemu sahabat-sahabatku, dan mengizinkan jatuh cinta sementara hidupku sudah lama hancur.

Lihat selengkapnya