Segala yang ada di bawah langit telah ditakdirkan mula dan akhirnya. Masalah hanyalah hitungan waktu. Hampa juga adalah bagian dari waktu. Ketika hari sudah selesai, takdir tetap berjalan beriring dengan waktu. Sama halnya dengan waktu, tidak ada yang bisa membuat takdir menunggu, mengubah, atau mengulang.
...
Belum habis bekas tangis dari wajahnya setelah pulang dari rumah sakit, David sudah siap menunggu Adam di jembatan Batu Dua. Jembatan yang menghubungkan jalan Sisingamangaraja menuju daerah Kilometer Dua dan daerah seterusnya. Biasanya banyak orang menunggu mobil sewa/travel di sana pagi dan sore. Tepat saat David menunggu, jalanan sudah mulai sepi di bawah langit senja sipil. Titan terparkir tepat di depannya, sementara ia bersender pada tiang jembatan sambil bersedekap. Beberapa lampu jalan, suara aliran sungai Batu Dua, serta tambak ikan di bawah sana menemani mengikis waktu. Tak lupa juga sambil mempersiapkan beberapa kalimat untuk disampaikan nanti.
Sesampainya tadi di rumah, Adam mengirim pesan untuk bertemu, hanya berdua tanpa orang lain tahu. David setuju sebab ada yang ingin disampaikannya juga, sesuatu tentang Andrewi. Sebelum berangkat, ibunya berpesan untuk menelepon ayahnya membicarakan tentang rencana kembali ke Bandung. David menjawab sekenanya saja tanpa berniat melakukan. Ia sangat benci harus dihadapkan kembali pada situasi memilih antara ayah atau ibunya.
Beberapa menit kemudian suara motor yang sangat familiar terdengar. Kepalanya terangkat dan meliat motor Adam tampak mendekat.
"Kenapa nggak ikut ke rumah sakit, Dave? Harusnya kita semua yang datang ke sana, bukan hanya Dani dan orang tuanya," ucap Adam setelah memarkirkan motor. Helm yang masih terpasang mengukuhkan sepasang matanya yang tajam. Menohok, hingga David berbalik badan memandang aliran Sungai.
"Biar Dani ajalah. Dia sendiri yang mau," jawab David.
Emosi Adam seketika terpancing, lalu menarik kerah baju David. "Jangan jadi pecundang, Dave. Kau juga suka sama Andrewi, harusnya kau juga ikut bertanggung jawab."
"Ambil aja, Dam. Aku sudah nggak berminat."