Blurb
Bagi Praka, hidupnya adalah sebuah simfoni kesempurnaan. Aroma melati yang menenangkan, senyum tulus istrinya, Sari, serta tawa riang kedua putrinya di halaman rumah adalah realitas yang ia genggam erat setiap hari. Namun, kebahagiaan itu hanyalah benteng rapuh yang ia bangun untuk menutupi kenyataan yang teramat pahit. Satu per satu, dinding ilusinya runtuh. Aroma melati berganti bau karbol yang menyengat, dan rumah mewahnya berubah menjadi dinding beton dingin sebuah rumah sakit jiwa. Praka dipaksa menghadapi fragmen memori yang selama ini ia kunci rapat: sebuah pengkhianatan besar oleh Sari yang tidak hanya merampas harta dan keluarganya, tetapi juga mencuri kewarasannya.Di tengah kepungan delusi dan sisa-sisa ingatan yang hancur, dua wanita dewasa muncul di ambang pintunya. Mereka adalah putri-putrinya yang kini telah tumbuh besar, datang membawa kesempatan untuk sebuah penebusan.Kini Praka harus memilih: tetap terkurung dalam kenyamanan gila di balik jeruji pikirannya, atau berani melangkah keluar menghadapi dunia yang telah membuangnya demi cinta yang masih tersisa. Sebuah kisah menyentuh tentang luka, pengkhianatan, dan perjuangan seorang pria untuk merangkai kembali jati dirinya yang tercerai-berai.