"Bu masak apa hari ini ?" tanya ayah sama istrinya yang kelihatan sedang sibuk didapur, " ini yah masak tempe kesukaannya gadil sama sayur nya ada bayam sama telur mata sapi kesukaan ayah." jawab istrinya. Ayahnya kemudian tersenyum dan berkata " Bu telurnya sisain satu ya.." " loh buat apa yah! " istrinya merasa heran, " buat nanti malam ayah makan sahur karena besok ayah mau puasa bu", "oh kalo gitu nanti ibu beli lagi ya soalnya telurnya udah ibu masak ", " oh ga usah bu, biar telur yang udah dimasak tadi aja ibu sisain buat ayah nanti ya, biar sekarang ayah makan yang ada aja, uangnya ibu simpan aja buat keperluan yang lain." , "tapi yah...." belum selesai istrinya berkata ,ayah langsung menjawabnya lagi " udah gapapa ,sayang-sayang bu uangnya, kita harus lebih berhemat untuk anak-anak kita bu." "Oh ya bu besok ayah mau coba cari pekerjaan lagi, mudah-mudahan ada lowongan pekerjaan yang cocok buat ayah" sambung ayahnya. " Aamiin mudah-mudahan ayah dapat pekerjaan lagi " istrinya mengaminkan berharap suaminya dapat pekerjaan lagi.
Hari sudah malam dan keluarga gadil yaitu ayah, ibu, kakak dan juga gadil berkumpul untuk makan malam bersama. Kedua adiknya tidak ikut makan bersama karena mereka sudah makan duluan dan sekarang sudah pada tidur. Gadil yang kelihatan sedikit mengantuk karena kecapean habis main dan dilanjut sekolah ngaji tadi sore dengan lahap makan dengan lauk kesukaannya gadil yaitu tempe.
Setelah semua selesai makan, ibu membereskan meja makan dibantu gadil. Gadil ini meskipun masih kecil dia suka dan senang bisa membantu ibu nya. Disaat ibu nya sedang sakit gadil rela tidak sekolah demi membantu ibunya, menggantikannya menjaga adik adiknya dan bermain bersama mereka, beda dengan kakaknya. Mungkin karena gadil itu perempuan kali ya.
"Udah biar ibu sekarang yang bersihin piring kotornya, sekarang gadil istirahat aja ya, besok kan harus sekolah pagi jangan sampe telat loh..." ibunya berkata mengingatkan gadil. "iya bu biar gadil beresin meja nya dulu, abis ini gadil baru k kamar." jawab gadil. Gadil membersihkan meja memakai kain lap sedikit basah dengan teliti takut ada sisa makanan yang masih menempel dimeja dan pasti nanti semut-semut kecil berdatangan, pikir dia.
Selesai membersihkan meja gadil langsung masuk k kamarnya dan dikamar gadil tidak langsung tidur, dia mengambil tas sekolah dan mempersiapkan buku-buku pelajaran nya untuk besok. Satu persatu gadil masukkan buku-buku sekolahnya sesuai jadwal pelajaran. Saat dia memasukkan buku-bukunya ,gadil melihat di jadwalnya ada pelajaran menggambar dan gadil langsung mengambil buku gambar. Dia buka buku nya dan melihat hasil gambarnya yang kemarin dia buat masih belum berwarna, gadil sedih. "Besok gadil coba ah minta sama ibu" pikir dia dengan optimis, "mungkin besok gadil bisa minta uangnya aja dan besok gadil beli ditempat dekat sekolah aja.." lanjut pikir gadil. Karena memang di dekat sekolahnya gadil ada sebuah toko yang menjual berbagai alat keperluan sekolah.
Semua buku sudah dimasukkan kedalam tasnya dan gadil mulai membereskan tempat tidurnya. Gadil lalu mengambil bantal dan selimutnya, sebelum tidur gadil membetulkan selimut adik-adiknya dan menutupi adik-adiknya dengan selimut yang tadi terbuka agar adik-adiknya tidak kedinginan, lalu gadilpun tidur disamping adik-adiknya. Semua tertidur dengan pulas.
Hari mulai pagi ibunya gadil belum melihat gadil keluar dari kamar. Ibunya lalu pergi k tempat gadil tidur dan membangunkannya. "Dil.. gadil bangun udah siang nih ,ayo mandi nanti telat ke sekolah.." kata ibunya menyuruh gadil untuk segera bangun. Tak lama gadilpun bangun dari tidurnya. Setelah melihat anaknya sudah bangun, ibunya berkata "ayo nak bangun nanti kamu terlambat sekolah" , "iya bu sebentar lagi ya" jawab gadil. "Teh hangat nya diminum dulu ya sebelum mandi biar nanti ga kedinginan" ibunya mengingatkan, "iya." gadil menjawab.