Seminggu telah berlalu sejak Toni menyelesaikan daftar ulang mahasiswa baru di Universitas Negeri Indonesia. Jam di dinding menunjukkan pukul 06.00. Toni telah rapi berpakaian dengan mengenakan kemeja lengan pendek berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam.
Hari ini merupakan bab baru dalam hidupnya. Dalam satu jam ke depan, ia akan memulai babak baru sebagai seorang mahasiswa. Meski perkuliahan belum dimulai, setidaknya ia akan menjalani masa orientasi sebagai seorang mahasiswa baru.
"Disuruh datang jam berapa kamu, Ton?" tanya ayahnya. Jarinya menarik resleting jaket hitamnya ke atas.
Toni berbalik menoleh ke arah ayahnya. "Disuruh ngumpul jam 7, Pak!"
"Waduh, ayo kita berangkat deh, udah mepet ini!" seru ayahnya yang segera menyalakan mesin motor.
"Sukses ya, Ton!" sahut sang ibu yang berdiri di belakangnya.
"Iya, Bu! Toni berangkat dulu! Assalamualaikum!" balas Toni seraya mencium tangan ibunya.
Tak berapa lama, Toni sudah kembali berdiri di peron jalur dua Stasiun Cawang, bersiap memasuki kereta tujuan Bogor yang pintunya telah terbuka di depannya.
Ketika kereta berhenti di Stasiun Duren Kalibata, mata Toni seketika melebar. Ia melihat seorang gadis seusianya memasuki gerbong yang sama dengannya.
I-itu ... kok seperti cewek yang minggu lalu gue lihat ya ....
Siapa ya namanya ....
Ah iya ... Hening ya namanya kalau nggak salah ....
Mata Toni mencoba mengamati sosok gadis itu di dalam gerbong, namun tidak berhasil. Mungkin karena ia telah mendapatkan tempat untuk duduk atau mungkin juga karena posisi berdirinya terhalang oleh penumpang lain yang berdiri.
Ya sudahlah ya ....
Bisa aja cuma mirip ....
Lagian gue juga nggak tahu dia jurusan apa dan fakultas mana ....
Setelah melewati beberapa stasiun, Toni akhirnya turun di Stasiun Depok. Setibanya di peron, ia terdiam sesaat.
Wow ... banyak sekali mahasiswa barunya!
Para pemuda dan pemudi seumuran Toni memenuhi peron stasiun dengan menggunakan atasan putih dan bawahan hitam, menandakan mereka memang para mahasiwa baru yang akan memulai masa orientasinya hari ini.
Eh, udah jam berapa ini?
Bukan saatnya untuk bengong!
Toni mempercepat langkah kakinya menuju Fakultas Ekonomi. Jam di layar ponselnya telah menunjukkan pukul 06.45, hanya tersisa 15 menit lagi untuk tidak telat.
Setelah kurang lebih 5 menit berjalan dari stasiun, ia akhirnya tiba di depan fakultas yang akan menjadi tempat kuliahnya untuk beberapa tahun ke depan. Di depan gerbangnya terpampang jelas tulisan : FAKULTAS EKONOMI.
"Hufh, akhirnya nyampe juga," bisiknya sembari mengatur kembali napasnya yang terengah-engah.
Toni segera berjalan menuju sebuah meja yang dikerubungi pemuda dan pemudi dengan pakaian putih-hitam.
Seorang wanita yang duduk di meja itu melihatnya dan langsung memanggilnya. "Absen dulu di sini, Mas! Dari jurusan mana?"
Toni segera mendekati wanita yang terlihat seperti mahasiswi senior itu. "Saya Ilmu Perdagangan Internasional, Kak!"
"Ah, Perdagangan Internasional!" sahut wanita itu lagi sembari menyodorkan sebuah kertas berisi daftar nama mahasiswa baru dari semua jurusan. "Cari nama kamu di sini ya, terus tanda tangan!"
Toni segera meraih sebuah pena di atas meja, lalu mencari namanya di atas kertas absensi itu.
"Muhammad Sultoni ... ah, ini dia!" serunya. "Ok, udah ya, Kak!"