Gadis Bernama Hening

Affry Johan
Chapter #3

Satu Jurusan

Kakak tingkat yang berdiri di depan kelas lanjut memanggil nama mahasiswa baru dari daftar absensi yang ada di tangannya.

"Muhammad Sultoni!"

"Muhammad Sultoni ada nggak?"

Toni tersentak sejenak, lalu langsung mengangkat tangannya. "Eh iya ... saya, Kak!"

Tak berapa lama, seluruh nama mahasiswa baru telah selesai dipanggil. Sang mahasiswa senior itu melanjutkan agenda berikutnya.

"Ok udah semua ya. Sekarang kalian pilih ketua angkatan kalian! Kayak ketua kelas waktu sekolah dulu!"

Irman yang duduk di sebelah Toni langsung bangkit berdiri dan berjalan ke depan kelas.

"Udah ada satu nih!" seru sang mahasiswa senior itu. "Sebutkan nama dan asalnya?

"Saya Irman, dari Tegal!" jawab Irman.

"Ada lagi yang berani mencalonkan diri?" tanya mahasiswa senior itu lagi.

Seorang pemuda berkepala botak dan berbadan kekar maju ke depan kelas dan berdiri di samping Irman. "Saya Chandra dari Bandung!"

"Wah, dari daerah semua nih!" timpal sang kakak tingkat." Yang dari Jakarta nggak ada yang mau maju?"

Seisi kelas menunduk, termasuk Toni. Tidak ada lagi yang berani menatap depan supaya tidak kena tunjuk.

"Ya, kalau gitu, kita voting aja ya biar cepet!" ujar si kakak tingkat. "Yang pilih Irman, angkat tangkat!"

Sekitar belasan tangan terangkat, termasuk Toni.

"Yang pilih Chandra?"

Puluhan tangan terangkat lebih banyak, didominasi oleh mahasiswi. Mungkin karena Chandra dianggap lebih macho dan berkharisma.

"Ok ya, ketua angkatan ini udah terpilih ya. Buat Chandra, silakan sambutannya sebagai ketua angkatan terpilih!"

Chandra maju selangkah. Tangannya dilipat di belakang. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Terima kasih atas kepercayaan teman-teman semua. Insya Allah, saya akan menjalankan amanat ini dengan sebaik-baiknya!"

"Baik, untuk orientasi hari ini udah selesai ya. Setelah ini, kalian boleh pulang. Untuk jaket almamater udah bisa diambil di loket gedung Sub Bagian Akademik ya. Jangan lupa, mulai besok dipake setiap hari setiap ke kampus!" pungkas si kakak tingkat itu.

Beberapa mahasiswa beranjak bangkit dari kursi masing-masing, namun Toni masih tertegun sejenak.

Jaket almamater?

Akhirnya ... gue bisa pake jaket biru yang sama dengan yang dipake mahasiswa-mahasiswa yang dulu demo sampe naik ke atas gedung DPR!

"Sultoni, mau ikut ngambil bareng nggak?" panggil seorang pemuda yang duduk di deretan kursi di sebelahnya.

"Eh iya, ayo deh!" jawab Toni, menoleh ke arahnya. "Nama lo siapa ya tadi, gue lupa lupa inget nih!"

"Gue Eko!" jawab pemuda itu.

Toni mengangguk. "Oh iya ya Eko ... padahal duduknya deketan tapi gue malah nggak inget. Panggil gue Toni aja biar nggak kepanjangan, Ko!"

Lihat selengkapnya