Gadis desa milik mafia kejam

Fauzani
Chapter #16

Chapter#16 : dua garis merah


Dua bulan setelah pernikahan.


Pagi itu apartemen penthouse Arka terasa berbeda. 

Biasanya jam 7 Arka sudah pergi ke kantor. Tapi hari ini dia masih duduk di meja makan. Menatap Nayla.


Nayla lagi mual. Ke kamar mandi 3x sejak subuh.


"Sayang, sini." Arka menepuk kursi di sampingnya. 


Nayla duduk pelan. Wajahnya pucat. "Aku gak nafsu makan, Arka."


"Harus makan." Arka nyodorin bubur ayam. "Ini pesen khusus dari chef. Gak ada lada. Gak ada pedes."


Nayla tersenyum kecil. "Kamu dari kapan perhatian banget?"


"Sejak kamu jadi istriku." Arka menyuapi Nayla. "Buka."


Di tengah suapan kedua, Nayla tiba-tiba lari ke kamar mandi. 

UEKKK


Arka langsung ngikut. Nahan rambut Nayla. Nyalain air. 


"Sakit?" tanya Arka panik. "Aku panggil dokter sekarang ya?"


Nayla kumur. Lemah. "Gak usah... mungkin masuk angin aja."


Arka menggendong Nayla ke sofa. Selimutin. 

Matanya mikir. Mual. Pucat. Telat haid 2 minggu. 


_Jangan-jangan..._


"Rian!" teriak Arka.


Rian langsung muncul dari ruang kerja. "Siap Bos."


"Beli testpack. 10 biji. Yang paling akurat. Sekarang."


Rian bengong 2 detik. "Si... siap Bos."


30 menit kemudian. 10 testpack berjejer di meja. 


Nayla duduk di lantai. Gugup. "Arka, kita... kita belum siap kalau..."


"Diem." Arka jongkok di depan Nayla. Genggam tangannya. "Apapun hasilnya, kita hadapi bareng. Oke?"


Nayla angguk. Air mata ngegantung.


Mereka masuk kamar mandi bareng. 

5 menit. Rasanya 5 tahun.


TIT


Dua garis merah. Jelas. 10 testpack. Semua sama.


Nayla menutup mulut. "Arka..."


Arka diam. Menatap testpack itu. Wajah CEO sedingin es itu... retak. 

Lalu dia ketawa. Ketawa kecil. Terus makin kenceng. 


Dia angkat Nayla. Muter. "AKU JADI AYAH! KAU DENGAR ITU NAYLA?! AKU JADI AYAH!"


Nayla ketawa sambil nangis. "Turunin! Pusing!"


Arka nurunin. Tapi langsung nempelin telinganya ke perut Nayla. 

"Halo anak. Aku papamu. Jangan bikin mamamu sakit ya."


Nayla nangis beneran. "Arka... gimana kalau kita gak bisa jadi orang tua yang baik?"


Arka duduk di lantai. Pangku Nayla. Cium keningnya lama. 

"Kita belajar. Bareng. Aku janji. Gak ada satupun orang yang bakal nyentuh kalian."


Hari itu Arka libur. Pertama kalinya dalam 5 tahun.


---


`RS HARAPAN BANGSA - SORE`


Dokter kandungan: "Selamat Pak Bu. 8 minggu. Janin sehat. Tapi Nyonya harus istirahat total. Stres jangan."


Keluar dari ruangan, Arka langsung telpon.


"Rian. Batalin semua meeting sebulan. Pindahin kerjaanku ke rumah. Terus cariin suster 24 jam. Chef pribadi. Dokter pribadi standby."


Lihat selengkapnya