Hari pertama bulan ke-3 kehamilan.
Nayla bangun jam 6 pagi. Mau ke dapur bikin teh.
Baru buka pintu kamar, udah ada Arka duduk di lantai depan pintu. Pakai piyama. Mata sembab.
"Ngapain kamu tidur di sini?" tanya Nayla kaget.
Arka berdiri. Langsung peluk. "Jagain. Takut kamu jatuh."
"Arka... kamarku sama kamar mandi cuma 3 meter."
"3 meter itu jauh kalau kamu kepleset." Arka gandeng Nayla ke kamar mandi. Nungguin di depan pintu. "Panggil kalau butuh apa-apa."
Nayla ketawa. "Kamu stres ya?"
"Belum. Nanti bulan ke-9 baru stres."
Sejak hari itu, hidup Nayla berubah jadi `PROYEK NASIONAL ARKA WIJAYA`.
---
`BULAN KE-4`
Arka pecat 10 chef karena masakannya "kebanyakan garam".
Chef baru wajib test dulu sama Arka. Kalau Arka bilang enak, baru boleh masak buat Nayla.
Meja makan isinya: bubur, sayur bening, buah, susu hamil.
Nol pedes. Nol gorengan. Nol kopi.
Nayla ngidam seblak. "Arka... aku mau seblak."
"Gak boleh. Pedes. Nanti maag."
"Seblak kuah dikit aja..."
Arka mikir 10 menit. Terus nelpon chef. "Bikin seblak. Tapi ganti cabe pake paprika. Kerupuknya rebus. Sosisnya ganti jamur."
Datenglah `Seblak Versi Arka`. Rasanya... hambar.
Nayla nangis. "Ini bukan seblak!"
Arka panik. Peluk. "Ya udah besok kita coba lagi. Sampai kamu bilang enak."
---
`BULAN KE-5`
Perut Nayla mulai kelihatan.
Arka jadi gak bisa lepas. Meeting di kantor dipindah ke ruang tamu. Laptop di meja, Nayla di sofa sebelah.
Setiap 30 menit: "Sayang haus? Sayang laper? Sayang capek?"
Rian sampai protes. "Bos, klien dari Jepang nunggu 2 jam."
"Biarin. Istriku mau USG."
Di klinik, Arka bawa 4 bodyguard. 1 dokter pribadi. 1 suster.
Dokter USG sampai keringetan. "Pak... ini cuma USG biasa..."
"Biasa buat kamu. Luar biasa buat aku." Arka megang tangan Nayla erat.
Hasil: Anak sehat. Jenis kelamin udah pasti: Laki-laki.
Pulang dari klinik, Arka langsung borong 1 toko bayi.
Baju warna biru. Stroller anti peluru. Kamar bayi full sensor.
Nayla lihat tagihannya. "Arka... ini bisa buat bangun 1 desa."
"Desa kita udah aman. Sekarang bangun istana buat pangeran kita."
---
`BULAN KE-6`
Bu Ratna belum nyerah. Dia sebar gosip baru: `Nayla selingkuh. Anaknya bukan Arka.`
Kali ini Arka gak konferensi pers.
Dia dateng langsung ke rumah Bu Ratna jam 12 malam. Bawa pengacara + bukti.
"Ini rekaman kamu nyewa orang buat fitnah." Arka lempar flashdisk. "Pilih. Penjara 5 tahun. Atau diem selamanya."