Gadis desa milik mafia kejam

Fauzani
Chapter #21

Chapter#21 : penguntit baru


`3 HARI SETELAH PULANG DARI BALI'

Rumah Wijaya sekarang kayak markas.  

Bodyguard di gerbang 4 orang. CCTV muter 24 jam. Rian standby depan pintu.


Arka gak pernah lepas HP.  

Email dari nomor Singapura itu masih dia screenshot. Dibuka tiap 10 menit.


`KELUARGA BAHAGIA YA? SAYANG KALAU RUSAK.`


---


`RUANG KERJA - JAM 2 PAGI`


Arka pijit pelipis. "Rian. Udah ketemu belum?"


Rian nunduk. "Belum Bos. Nomornya pake VPN. Tapi... ada satu petunjuk."


"Apa."


"Fotonya. Foto di pantai sama pasar seni. Itu bukan dari drone. Itu dari darat. Jarak 5 meter."


Arka langsung berdiri. Tangannya ngepal.  

"Berarti ada orang. Di Bali. Ngintilin kita 12 hari."


Rian diem. "Iya Bos."


Pintu kebuka. Nayla masuk pake sweater Arka.  

"Kalian belum tidur?" suaranya serak.


Arka langsung nyamperin. "Kamu kenapa bangun?"


"Ares mimpi buruk. Nyari papa." Nayla peluk Arka. "Terus denger suara kalian."


Arka kecup kening Nayla. "Udah. Balik tidur. Aku temenin."


---


`KAMAR ARES`


Ares tidur meluk boneka Spiderman. Keringetan.  

"Papa... jangan pergi..." gumamnya.


Arka duduk di lantai. Gendong Ares.  

"Enggak. Papa di sini. Terus."


Nayla duduk sebelah. Nyender.  

"Arka..." bisik Nayla. "Kamu takut ya?"


Arka diem lama. "Aku takut kehilangan kalian. Sama kayak dulu."


"Dulu?"


Arka tutup mata. "Dulu aku punya adik. Perempuan. Umur 6 tahun. Diculik. Karena musuh aku."

Lihat selengkapnya