Gadis itu Bernama MAURA

Ahmad Barnash
Chapter #9

Rumah Sakit, Ruangan Putih

"Hari ini mereka bilang Maura tidak pernah ada. Tapi kenapa aku masih bisa mengingat suara tawanya? Jika dunia ini nyata, lalu mengapa ia terasa begitu dingin tanpa kehadiran bayangan?"Diary Adit, 19 September.,

Putih.

Hanya itu yang kulihat saat pertama kali membuka mata. Putih yang steril, putih yang tidak memiliki pori-pori, putih yang seolah-olah berusaha menghapus setiap warna yang pernah kukenal di dunia luar. Bau disinfektan dan karbol yang menyengat langsung menyerang indra penciumanku, menciptakan rasa mual yang lebih hebat daripada saat aku melihat bangku kosong di kantin sekolah kemarin.,

Aku mencoba menggerakkan tanganku, namun terasa sangat berat, seolah-olah ada beban ribuan ton yang menindih sarafku. Di pergelangan tanganku, tidak ada lagi gelang biru. Kotak beludru itu hilang. Maura hilang.

"Sudah bangun, Dit?"

Suara Ayah terdengar serak. Aku menoleh perlahan dan menemukan Ayah duduk di kursi plastik di samping tempat tidurku. Wajahnya tampak sepuluh tahun lebih tua hanya dalam satu malam. Matanya merah dan sembap, guratan lelah tercetak jelas di keningnya. Ayah sedang hancur, dan aku tahu akulah penyebabnya.,

"Maura di mana, Yah?" bisikku. Suaraku parau, seperti gesekan amplas di atas kayu kering.

Ayah tidak menjawab. Ia hanya menunduk, meremas jemarinya sendiri hingga memutih. Keheningan di ruangan ini terasa lebih brutal daripada jeritanku di lapangan sekolah kemarin. Tak lama kemudian, pintu geser ruangan terbuka. Seorang pria paruh baya dengan jas putih dan kacamata tipis masuk membawa sebuah papan klip.

Pria itu tersenyum tenang, jenis senyuman yang biasanya digunakan untuk menenangkan binatang liar yang terpojok. "Halo, Adit. Saya Dokter Hendra. Bagaimana perasaanmu hari ini?"

Aku menatapnya dengan penuh curiga. "Aku tidak gila, Dok. Aku tidak seharusnya di sini. Aku hanya mencari temanku. Maura nyata. Aku mengukir namanya di meja, aku membelikannya gelang... aku bisa merasakan tangannya!"

Lihat selengkapnya