Gadis Kecil Dari Neraka

ken fauzy
Chapter #18

BAB 18. HARI YANG BURUK

Matahari tidak keluar hari itu, awan mendung masih menggantung di langit abu-abu.

Semua tampak basah bekas hujan semalam. Meski begitu murid-murid telah berdatangan ke sekolah dan ketika bel masuk berbunyi, mereka semua masuk ke kelas masing-masing untuk memulai pelajaran. Guru-guru keluar ruangan, satu persatu menuju kelas masing-masing untuk memulai pengajaran. Ruangan guru pun menjadi kosong sedang di sebelahnya, di ruangan tata usaha, yang juga bersebelahan dengan ruangan kepala sekolah terlihat kesibukan satu orang khusus petugas tata usaha dan dua orang guru yang merangkap menjadi petugas tata usaha sedang merapikan data administrasi sekolah. Ruangan kepala sekolah tampak masih kosong. Pintunya masih tertutup rapat karena kuncinya dibawa oleh kepala sekolah.

Jam pelajaran sudah dimulai. Tidak ada satu pun murid berada di luar kelas. Lapangan untuk upacara bendera dan bermain basket juga sepi hanya tampak dua orang penjaga sekolah sedang membersihkan ranting dan dedaunan yang rontok karena hujan. Lorong-lorong di tiga lantai dalam satu gedung sekolah itu pun tampak kosong. Pintu-pintu kelas tertutup rapat. Semua sedang belajar. Suasana dalam gedung menjadi begitu hening.

Hingga terdengar suara pintu berderit dari pojok gedung.

Sebuah pintu toilet untuk murid perempuan terbuka. Kemudian terlihat dua kaki telanjang tanpa sepatu melangkah keluar dari dalam toilet tersebut. Kaki itu melangkah di tengah lorong gedung lantai satu. Melewati kelas-kelas tanpa suara. Segulung tali tampak di genggamannya. Kaki itu terus melangkah melewati ruangan tata usaha di mana tiga orang yang sedang sibuk tadi tidak menyadari ada seseorang yang melintasi ruangan mereka bekerja.

Kaki itu pun berhenti di depan pintu ruang kepala sekolah.

 

***

 

Lihat selengkapnya