Gadis Kecil Dari Neraka

ken fauzy
Chapter #28

BAB 28. FIRST KISS

Anton tersenyum melihat Leina.

“Ada apa?” tanya Leina menunduk. “Sori, gue ganggu … cuma mau ngajak lo jalan keluar,” cengir Anton. “Malam-malam?” gumam Leina. Anton mengangguk. Leina menggeleng. “Ayolah Lei … gue udah jauh-jauh kesini dan sengaja malam ini gue bawa mobil, buat ngajak lo jalan-jalan … ayolah sebentar aja, ok?” desak Anton. Leina tetap menggeleng. “Emang kenapa sih, ga boleh keluar sama ibumu ya?” tanya Anton. Leina mengangguk.

“Eh kata siapa?” celetuk ibu yang tiba-tiba muncul dari belakang Leina. Leina terkejut juga kesal melihat ibu yang ternyata menguping sedari tadi. “Ga apa-apa kok … asal jangan pulang terlalu malam, karena besok ‘kan sekolah,” senyum ibu. Leina menggeleng memberi tanda pada ibu kalau ia tidak mau tapi ibu tidak mempedulikan tanda itu. “Oh siap Tante … kalau gitu ayo Lei,” ajak Anton. Ibu mendorong pelan pantat Leina sembari berbisik, “Udah sana, bentar aja.” Leina berdecak kesal tidak mau tapi karena ibu terus mendorongnya akhirnya ia keluar juga. “Ingat Nton, jangan malam-malam ya,” senyum ibu lalu menutup pintu agar Leina tak kembali masuk.

“Bu!” panggil Leina di depan pintu. Anton menyentuh bahu Leina, “Udah Lei … takut amat sih sama gue … gue jamin lo aman sama gue kok.” Leina menunduk. “Bisa kita pergi sekarang?” tanya Anton. Leina mengangguk meski ragu. Mereka masuk ke dalam mobil dan tak lama mobil itu pun pergi. Dari balik gorden ibu memekik senang, “Yes! Putriku punya pacar orang kaya!”

Beberapa saat kemudian.

Mobil berhenti di pinggir lapangan yang luas dan sedikit jauh dari perkampungan rumah Leina. Hanya ada lampu penerang jalan yang redup di sekitar lapangan rumput itu. Suasana begitu sunyi sedang rumah-rumah warga tampak di kejauhan ujung lapangan. “Kenapa berhenti di sini?” tanya Leina. Anton menekan tombol di kursinya hingga tubuhnya menjadi setengah berbaring, lalu menghela nafas dan berkata, “Tadi kita udah muter-muter, tapi lo diem aja … ya gue berenti di sini aja jadi kita bisa ngobrol-ngobrol santai sambil menikmati malam.” Leina nampak gelisah, “Kalau mau ngobrol bisa di rumah ….” Anton tertawa, “Iya sih lo benar … tapi di sini tidak ada yang mengganggu.”

Anton bangun dari berbaringnya lalu menjulurkan tangan ke kursi Leina. “Eh apa yang lo lakukan?” cetus Leina terkejut melihat tangan Anton melewati kakinya. “Rileks Lei … gue cuma mau …” ujar Anton seraya meraba-raba kursi Leina lalu menekan tombolnya. Leina kaget sandaran kursinya turun membuat tubuhnya menjadi setengah berbaring juga. “Nah lebih enak ‘kan? Sekarang coba lo rileks,” saran Anton, “dari tadi gue lihat lo tegang banget.” Kemudian Anton kembali berbaring di kursinya. Leina masih merasa canggung tapi ia mencoba mengikuti saran Anton untuk lebih santai.

“Ada berita apa soal Mutia?” tanya Leina.

“Oh iya, yang kemarin gue janji mau cerita itu ya … kayaknya lo juga udah denger sih … katanya dia jual diri gitu ... foto-fotonya memang sengaja dia yang buat sendiri untuk nawarin diri.”

Leina menggeleng, “Ga … Mutia ga begitu.”

Anton menghela nafas, “Yah … gosipnya begitu … eh Lei … lo punya pacar?”

Leina terkejut mendapat pertanyaan seperti itu, ia diam sebentar lalu menggeleng.

“Lo pernah pacaran?” tanya Anton lagi.

Lihat selengkapnya