Gadis Kecil Dari Neraka

ken fauzy
Chapter #40

BAB 40. DATANG DARI KEGELAPAN

Tomi terbangun dari tidurnya mendengar pintu depan rumahnya ditutup keras. “Hey brengsek! Tutup pintu jangan keras-keras! Menganggu tidurku saja!” teriaknya kesal. Tampak di depannya Leina berjalan melintasi. “Masuk ga pake permisi, main nyelonong aja, kau pikir ini rumah kau!” sentaknya, tapi Leina tak menanggapi ia terus melangkah masuk ke dalam kamarnya.

“Anak kurang ajar, harus diajar sopan santun sepertinya,” dengus Tomi. Ia bangun dari sofa di ruang tamu, berjalan sempoyongan lalu menggedor pintu kamar Leina. “Hey Leina buka pintunya!” teriaknya. Tidak ada tanggapan dari dalam kamar. “Kalau kau tidak buka, akan aku dobrak ya!” ancamnya sambil menggedor pintunya lagi. Leina tidak memedulikannya.

Brak!

Pintu ditendang hingga terbuka lebar.

Tomi tertawa senang, matanya terlihat jahat. “Mau apa kau? Keluar!” pekik Leina dengan mata melotot. Tomi membuka ikat pinggangnya, menggulung kepala sabuknya dalam genggamannya lalu menyisakan ujungnya. Ia berjalan gontai masuk ke dalam kamar. Leina mundur meski takut tapi kali ini ia bersiap untuk melawan. Ia sudah muak selalu menjadi yang ditekan. “Heh kau, mau diajar dengan cara kasar? Atau halus? Kalau kasar dengan sabuk ini … kalau halus, kita bisa ngobrol santai di kasur itu sambil kau memijitku dan aku tidak akan marah hehehe,” rayu Tomi dengan wajah bernafsu.

“Najis!!” jerit Leina, “Saya lebih baik mati!”

“Bangsat kau, dikasih halus malah nantang, baiklah kalau begitu! Kau makan ini!” umpat Tomi seraya memukulkan ikat pinggangnya. Leina menunduk melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. Ikat pinggang itu tidak mengenai kepalanya tetapi mendera tangannya berkali-kali. “Kau itu hanya anak pelacur! Jangan sok jual mahal!” maki Tomi dengan terus menyabetkan ikat pinggangnya.

 Dua mata saya, memperhatikanmu.

Dua kaki saya, tanpa sepatu baru

Leina mendengar suara itu di tengah-tengah sabetan ikat pinggang Tomi. Leina menatap pojok di balik pintunya, ia bisa melihat dua bola mata yang nyalang penuh kemarahan sedang menatapnya dalam kegelapan, tapi Leina merasa kemarahan itu tidak ditujukan untuk dirinya.

Lihat selengkapnya