Matahari pagi telah terbit.
Seorang pria dan wanita lanjut usia tengah berjalan pagi. Udara pagi yang segar serta sinar matahari yang hangat adalah waktu yang tepat untuk mencari keringat membunuh virus-virus jahat dalam tubuh. Suasana komplek perumahan masih belumlah ramai. Tidak banyak orang yang berjalan atau berolahraga pagi itu karena memang bukanlah hari minggu. Sebagian besar orang tengah bersiap menuju tempat kerja mereka masing-masing. Pasangan lansia ini terus berjalan pelan, hingga melintasi lapangan basket. Mereka berdua mengerutkan keningnya saat menoleh pada lapangan basket tersebut hingga membuat lari mereka terhenti. Mereka melangkah mendekat ke pagar kawat untuk melihat dengan lebih jelas. Dan setelah jelas apa yang mereka lihat maka sang wanita lansia menjerit sedang sang pria lansia hanya menatap tak percaya lalu segera mengeluarkan telepon genggamnya menghubungi polisi.
Tidak menunggu lama, lapangan basket itu pun telah dipenuhi warga yang berdatangan dan nampak dua orang polisi yang juga telah tiba. Seorang polisi pria dan seorang polisi wanita, terperangah ketika melihat apa yang terjadi di lapangan basket. Seorang remaja pria tewas tergantung dengan lilitan kawat pada lehernya di keranjang bola basket. Bajunya penuh darah, lidahnya yang terpotong menjulur keluar. Tubuhnya bergoyang-goyang ditiup angin pagi.
Pria lansia yang pertama kali melihatnya menjelaskan pada polisi sembari memeluk istrinya yang masih tampak syok. Ia mengira awalnya itu hanya boneka dan semacam candaan anak-anak remaja, tetapi setelah melihatnya dengan lebih jelas, ia meyakini kalau itu bukanlah boneka. Polisi pria itu mencatat semua kesaksian pria lansia serta memasang pita berwarna kuning hitam untuk mencegah orang-orang masuk ke dalam lapangan, sedang polisi wanita itu menatap pada tubuh yang tergantung, dalam hatinya ia tak percaya ini tindakan bunuh diri. Tak lama kemudian tim olah TKP pun berdatangan.
***
“Lei … apakah kamu sudah tau berita soal Anton?” tanya ibu pada Leina.
Leina mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya pada kertas gambar. Ibu menghela nafas, melangkah masuk ke kamar dan duduk di samping tempat tidur Leina. “Tadi siang ada polisi kesini, tanya-tanya,” ujar ibu. Leina menoleh pada ibu, “Polisi? Nanya apa Bu?”
“Mereka menanyakan soal kamu dan Anton … soal hubungan kalian?”
“Polisi kok tau Anton pernah kesini?”