Gadis Ketiga Belas

aether.writes
Chapter #8

007˚ 01ʼ 7,13ˮ - Yang Terlupakan

~selamat membaca :) ~



Ia menatap sejenak semangkuk oatmeal pisang dan segelas cairan kuning entah apa isinya. Hyeon Jae mengajak sang pacar menuju kantin umum blackfire karena di sini menyediakan tempat memasak sendiri dibandingkan dengan kantin jurusan. Dan tentu saja ini disiapkan lelaki itu langsung. "Apa ini?"

"Oatmeal dan teh chamomile."

Ohh chamomile. Wanginya enak. "Yaa aku tau kalau ini oatmeal dan chamomile. Tapi untuk apa?"

"Kau stress dan butuh makanan ini."

Auristella tersenyum jahil. "Ohh yaa? Apa bukti logisnya kalau aku butuh ini?" Hyeon Jae berdecak kesal sebelum akhirnya tetap menyahut.

"Vitamin B6 pisang punya asam amino triptofan yang akan berubah menjadi hormon serotonin, zat Jang ia yang membantu perbaikan suasana hati. Dan oatmeal punya indeks glikemik rendah yang akan melepaskan energi secara perlahan menuju aliran darah. Ini membantu gula darah dan suasana hati menjadi lebih stabil."

"Wahh" Dia pintar sekali. "Kamu benar-benar anak sains. Cukup ribet. Makan coklat pun semuanya beres." Tak ayal gadis itu meraih mangkuk di hadapannya mendekat.

"Dengan bentuk tubuhmu sekarang itu kurang baik."

Auristella melotot. "Apa kau bilang?! Maksudmu aku gemuk gitu?"

"Dan teh chamomile membantu mengurangi kecemasan dan sifat mudah tersinggung."

Boleh tidak sihh bunuh pacar sendiri? Kalau saja suasana kantin utama yang biasanya sepi karena terletak di dekat gedung asrama sekolah tiba-tiba menjadi ramai hari ini, Auristella mungkin tak akan menahan diri untuk meneriaki nama kebun binatang di hadapan Hyeon Jae.

"Makan dan habiskan sebelum mengembang."

Auristella menjauhkan lagi mangkok oatmealnya. "Kamu tau? Disini kamu yang menghancurkan moodku."

Tapi Hyeon Jae mengambil alih sendoknya dan menyodorkan suapan di hadapan sang pacar. "Kamu yang memaksa kita sebagai pacar dan di hadapan banyak orang kamu bertingkah begini? Apa kamu tidak terlalu egois?"

Wahh, ternyata dia lebih jago main daripada aku. Perlu diacungi jempol. Auristella sok-sok an tersenyum manis selepas menyadari bahwa tidak ada pasang mata yang tidak melihat ke arah mereka.

Mulutnya terbuka dan menerima suapan dari Hyeon Jae. Olahan tangan Hyeon Jae ini benar-benar memanjakan diri. "Aktingmu bagus. Lanjutkan saja menyuapiku." Bisik gadis ini ketika mulutnya kosong kembali.

Lelaki bermarga Jang itu hanya mengerling malas tapi juga meraih sendok dan menyuapi Auristella dengan tenang. "Kamu tau?" Auristella berkata di sela-sela makannya. "Aku berasa punya pacar sungguhan sekarang. Ini pertama kalinya dan kulakukan bersama most wanted sekolah. Bukankah hebat?" meski playgirl, dia tak pernah sekalipun pacaran. Hanya dekat dan itupun tak sampai suap-suapan macam begini.

Tapi Jang Hyeon Jae menyodorkan secara paksa suapan oatmeal hingga menghancurkan perasaan berbunganya barusan. "Jangan berbicara sambil makan!" dan Auristella hanya tersenyum menanggapi sambil mengunyah makanan di dalam mulut.

Lihat selengkapnya