Cheryl yang sedang menata rambut di depan kaca rias terhenti sejenak. Mata itu menangkap pantulan Auristella yang sibuk dengan bukunya. Katanya, gadis itu sudah mulai mendapat beberapa ingatan tentang bahasa dan kebudayaan Capeville. Ia sedang belajar itu sekarang. Kalau ditanya Hillaeri, gadis ini akan beralibi sedang belajar sandi khusus dari film sains fiksi yang ia tonton. Ia tau kalau sahabat eropanya itu tidak suka film-film berbau sains dan misteri. Meski kalau diteliti lagi, Auri juga kurang minat kalau tidak dipaksa berkecimbung oleh Reksa.
Selain itu, Auristella juga bercerita tentang Cheryl palsu. Ini yang membuat dirinya sedikit khawatir. Pasti ancaman itu datang karena merasa Veronica mulai terwujud dalam tubuhnya. Putri mahkota mulai kembali bersama ingatan yang perlahan hadir.
Cheryl tau makin banyak hal yang akan terjadi, dan ia terpusat lagi pada pertemuan pertamanya dengan si mantan pacar Auristella. Itu mengejutkan. Tapi ia rasa, tidak ada salahnya kan kalau lelaki itu ada di sekeliling reinkarnasi putri mahkota. Hanya ia yang bisa memberi perlindungan dengan benar. Tapi hal ini juga cukup berbahaya.
Aish.
"Kamu tidak ikut seminar, Au?" suara Hillaeri memecah lamunannya. Ia melirik pada interaksi dua sahabat di balik sana. Entah kapan Auristella berhenti mengacuhkan Hillaeri dengan sebab yang bahkan Cheryl dilarang tau. Katanya urusan Auristella tidak layak untuk dicampuri.
"Berangkat aja dulu."
Hillaeri nampak pasrah dan hanya menunggu Cheryl untuk berangkat bersama. Auristella sudah siap dengan seragamnya, tapi ia masih sibuk dengan buku di tangan. Lagian untuk apa berangkat pagi-pagi. Dirinya bukan tertarik juga pada seminar entah apa jadi tak perlu buru-buru berebut kursi bagian depan.
"See you , Au."
"Eh, Eryl. Tunggu!" gadis ini bangkit dari ranjang tanpa sandalnya. Hillaeri sudah diluar jadi ia bebas mau bahas apa. "Bisa carikan nama murid jurusan bahasa untukku?"
"Urusan Auristella lagi?"
"Urusan Veronica. Cari murid dengan nama Annaya Grace. Sepertinya ia satu tingkat di bawahku. Kalau susah, cari nama anak dengan pelanggaran tertinggi saja."
Cheryl nampak pias sejenak. "Annaya Grace? Tidak mungkin dia ada di sini."
"Ada, Ryl. Dia alasan kenapa kulitku cepat memutih terakhir kali."
"Tapi, Au –."
"Udah-udah." Gadis ini membalik badan sang ajudan dan mendorongnya menuju pintu. "Cepat berangkat! Kasihan Hillaeri nunggu."
Decakan kecil menyambut sebelum gadis itu benar-benar keluar dari kamar. Wajahnya jadi mengernyit heran. Mana mungkin ada nama Annaya Grace dalam daftar siswa. Untuk apa? Lagian tugasnya untuk sesi kehidupan Auristella 13 sudah tuntas. Ia mengikuti arah jalan Hillaeri di depan sambil tak lepas dari pikiran membingungkan barusan. Sebelum secara tiba-tiba badannya menabrak si teman kamar ini.
"Mama Hyeon Jae."
"What?" Cheryl ambil posisi di samping Hillaeri sambil mengusap dahi yang terjedot barusan. Sedangkan gadis di sebelahnya sudah memutar badan sembilan puluh derajat. Tepat ke arahnya.
"Mama Hyeon Jae. Ibu mertua Auristella. Jangan lihat arah datang jam 11. dia sepertinya mau ke sini."