Gadis ini sudah menahan diri agar tidak bersuara sama sekali dalam pesawat. Oke, ia berterimakasih banyak-banyak pada Cheryl yang berani mengajaknya pergi ke Pulau Quiqi, mengantar jasad Anna sebelum akhirnya dilajukan cepat ke sistem Capeville di Galaksi Magnofy. Tapi apa harus yaa dia juga satu pesawat bersama kakak dan omanya? Ini adalah adu adrenalin tergila. Dua wanita itu tepat berada di belakang kursinya.
Kalau Cheryl sihh udah tidur bahkan dengan masker dan penutup kepala yang perlu dibenarkan posisinya oleh Auristella selama beberapa kali. Benar-benar meresahkan. "Apa oma perlu I telpon Auristella untuk memastikan apa Eryl sudah ada di sana?"
Auristella menahan napas sejenak dan mulai mengedarkan pandangan di sekeliling. Handphonenya sudah mati tapi entah apa hal dengan punya Cheryl. Ketika menemukan benda pipih di tas selempangnya, ia bernapas lega. Ajudannya itu lumayan pintar juga ternyata.
"Tadi bukannya kamu bilang Auri udah mengabari lewat chat?"
"Entah kenapa aku khawatir."
Hela napas oma terdengar. "You kan bilang kalau Auri udah ketemu lelaki itu. Kenapa masih khawatir? Dia bakal aman."
Lelaki? Auristella spontan menggigit lidah. Kebiasaan bicara dalam hati harus segera ia hilangkan. Siapa tau ada orang selain Hyeon Jae yang bisa melakukannya. "Tetep aja oma. Dia bukannya bisa selalu ada di sisi Auri."
Tak ada percakapan lagi setelahnya, mengakibatkan Auristella yang tadinya menegakkan tubuh kembali menyenderkan punggungnya. Lelaki siapa yang dimaksud? Ia tak sempat berpikir panjang tentang itu akibat Cheryl yang sudah memutar-mutar tidurnya seenak jidat. Membuat Auristella kesulitan sendiri merapikan selimutnya.
Pesawat mereka mengudara selama lebih dari 6 jam, dan sempat transit di bandara Pattimura sebelum melanjutkan penerbangan lagi. Untungnya sihh, tidak ada yang sadar kalau Auristella ada di dalam kerumunan mereka, bahkan ketika menaiki kapal menuju pulau Quiqi. Besi bermesin yang hanya menampung 7 orang dalam sekali tampung, yaa untungnya sih dia tidak satu tempat lagi dengan sang kakak.
Cheryl hanya mengerling malas saat sahabatnya mengomel tanpa henti, tentang sikapnya yang bodo amat. Bagaimana jika mereka ketahuan? "Kak Briel tidak akan membunuhmu. Paling parah diomelin doang."
"Ya tapi –."
"Shutt." Gadis itu meletakkan telunjuknya di depan bibir Auristella. "Nikmati pemandangan ini dalam diam. Kita di sini hanya untuk mengantarkan tempat Anna terakhir kali."
Gadis itu awalnya cemberut tapi juga menurut selepasnya. Perahu berhenti pada sebuah pulau kecil, yang Auristella bisa tau bahwa udara di sekitar sini lumayan bernutrisi. Kadar oksigennya rendah sedangkan molekul buatan Capeville untuk mempercepat kesehatan melimpah banyak. Jam dipergelangan tangannya memberitau. Jam baru dari Oma.
Yang hadir sempat ada diluar ekspektasi Auristella. Ternyata makhluk exhuman di bumi lebih berlimpah dari yang ia tau. Mungkin hampir 100 orang. "Anna anggota bangsawan kerajaan trata ke tiga. Jadi jangan kaget kalau banyak tamu seperti ini."
Bisikan kecil pada telinga kanannya itu diangguki pelan. Gadis ini memandangi sebuah kotak yang terlihat melayang di depan sana sebelum akhirnya masuk pada sebuah kotak transparan yang lebih besar lagi. Ada sepasang exhuman dengan pakaian duka berdiri paling depan, menuntun ikatan molekul buatan Capeville yang mengangkat peti mati Anna.
Itu orang tua sahabatnya, sedang mayat yang bahkan masih sangat ingin Auristella lihat lagi ada di dalam kotak putih berkilau. Air mata gadis ini menetes tanpa di minta dan genggaman Cheryl pada tangan kirinya menguat. Memberi sedikit energi pada putri mahkota yang bisa kapan saja ambruk di tempat.
Namun, bukan itu yang menjadi pikirannya sekarang. Mata ini melirik pada jemari Cheryl di tangan kirinya dan sadar akan sesuatu. Siapa yang mengajak bicara ia tadi? Asalnya dari sisi kanan kan?
Ketika ia melirik ke samping yang lain, seorang wanita yang merasa dipandangi balas menatap sambil memberikan senyuman manis. "Hai, Ver!"
Ia dikenali. Bahkan dengan masker dan penutup kepala.
~.......~
Anna mati karena Auristella
Kesimpulan akhir dari segala cerita Cheryl yang membuatnya makin terpukul. Selepas wanita asing menyapa Veronica dengan hangatnya, keduanya dibawa menjauhi kerumunan karena beberapa pandangan mulai sering melirik pakaian Auristella yang terlampau tertutup. Wanita itu menarik keduanya pada sebuah rumah kayu yang ketika pintu awalnya terbuka, ada akses sidik jari yang kemudian mereka dibawa pada sebuah tabung besar penyemprot asap putih salju dengan dengungan tajam. Setelahnya, ketiganya berada dalam ruangan steril. Ruangan yang lepas dari kendali atom dengar.
Bumi, sebagai salah satu kehidupan yang dipasrahkan pada Capeville untuk diawasi keseimbangannya. Para exhuman tingkat awal mengirim ribuan atom buatan dengan kemamupan cctvnya yang hebat kemari. Dan dalam sekejap saja, para atom ini sudah memperbudak semua unsur asli bumi untuk ikut menjadi cctv yang pusat sambungannya ada pada planet database di Capeville sana. Semua terekam dan tersimpan sejak hari itu. Sampai sekarang.
Namun dalam kasus situasi sekarang, semua sistem pengawasan ada di tangan musuh. Memang benar, sulit untuk menemukan satu orang dari miliaran penduduk bumi meski cctv ini lebih canggih dari teknologi yang ada. Tapi ia punya kemampuan hebat dalam mengendalikan setiap percakapan mencurigakan yang menjurus pada situasi atau ancang-ancang tindakan musuh di Capeville. Para atom dengar akan memberi peringatan hingga pasukan di sana datang secara pribadi untuk membunuh orang yang bersangkutan.
Ini alasan kenapa Cheryl sering menolak ketika ditanya, untuk apa Veronica berulang kali hidup mati dalam reinkarnasinya? Namun kali ini, di ruangan steril yang dijelaskan wanita penyapanya tadi -yang sekarang entah kemana lagi- Cheryl menceritakan alasan yang selalu ditanyakan Auristella tersebut. Termasuk kenapa Anna bisa mati mengenaskan.
Veronica bunuh diri demi bisa bertatap ulang dengan musuh. Dalam aturan yang dijelaskan buku lama Capeville, ketika seseorang bunuh diri maka ia akan mendapat penghaJang an dari Tuhan. Nyawanya akan kembali hidup dalam reinkarnasi lalu memiliki kehidupan sengsara berulang.
Hal ini disambungkan dengan asas dokumen lain dalam buku lama Capeville. Penderitaan akan dihindarkan bagi mereka yang belum genap 17 tahun, maka untuk itu Veronica dibunuh berulang ketika usianya mendekati angka itu. Sekalian menajamkan skill asli berperang dan bertahan hidupnya yang meningkat tiap kali mengalami satu kematian.
Haidee, sistem reinkarnasi pertama Veronica sebelum menggunakan nama Auristella. Ia berhasil lolos dari tantangan umur di kehidupan yang ke 21 tahun. Namun harus merenggut nyawa lagi ketika berjuang melawan musuh. Untuk Auristella sendiri, Anna menjadi alasan kenapa ia bisa secepat ini sampai tahap keberhasilan di kehidupan yang baru berjalan 13 kali.
Anna, dibunuh karena memancingkan diri membahas perseteruan di Capeville.