Gadis Ketiga Belas

aether.writes
Chapter #28

027˚ 01ʼ 7,13ˮ Farewell

Maukah ini disebut farewell holiday? Rencana yang seharusnya diambil ketika ulang tahun Hyeon Jae terakhir kali harus batal dan terjadi hari ini. Dengan segala permohonan serta bujukan, ia berhasil membawa lelaki itu untuk menemani wish listnya agar tercentang semua. Sebelum dalam beberapa bulan lagi gadis ini secara resmi meninggalkan kehidupan Auristella.

Tentu saja si marga Jang itu menolak di awal. "Are you kidding me? Kamu tau kita sibuk mengurusi apa, kan?" penolakan secara halus di telepon mereka tadi malam. Yaa memang sih murid kelas atas sedang marak-maraknya diterjang tugas segala macam, persiapan ujian akhir, bahkan sosialisasi dan input data untuk masuk kuliah. Tapi itu kan tidak terlalu penting bagi Auristella sekarang.

Bahkan mungkin untuk Hyeon Jae. "Kita tau kamu selalu siap dan akan masuk Harvard dengan mudah. Jadi apa yang perlu dikhawatirkan?"

"What about you?"

"Aku punya rencana yang lebih spektakuler. Tenang saja. Semua aman kalau tentang aku. Jadi... kita jalan-jalan yaa? Pleasee..."

Ada jeda sebentar untuk jawaban yang diinginkan Auristella hingga sebuah suara muncul diujung sana. "Besok ku jemput."

Gadis ini masih ingat bagaimana ia bersorak senang dan memancing kesadaran dua sahabat yang sedang sibuk belajar di mejanya. Pagi ini Hillaeri dan Cheryl sudah berangkat ke sekolah, meninggalkan Auristella yang beralasan sakit. Yaa tentu saja untuk kabur dengan sang pacar. Bahkan perlengkapan di dalam tas sudah siap sedia.

Ia keluar dari asrama dengan santai. Tapi belum saja benar-benar sampai parkiran sesuai tempat tunggu Hyeon Jae, gadis ini dirangkul dua temannya pada masing-masing sisi. Hillaeri dan Cheryl yang juga siap dengan pakaian santai.

"Kenapa kalian di sini?"

"Why not?" sahut Hillaeri sambil terus menggeret Auristella mengikuti langkahnya. "Cheryl memergoki list jalan-jalanmu dengan Hyeon Jae. Dan tentu saja kita berniat memberi surprise sekarang."

"Surprise apaan?" ia menghempaskan kedua tangan sang sahabat lalu berbalik untuk saling berhadapan. "Kalian tidak ada kegiatan apa? Balik sekolah sana!"

"Memangnya kau juga senggang?" Cheryl menantang dengan melipat dua tangan di depan tubuh. "Ini pertama kalinya aku datang ke Bali di tahun 2023. Jadi harus jalan-jalan sepuasnya kan? Tidak ada alasan kau melarang kita ikut."

Hillaeri menoleh sejenak tapi akhirnya paham dengan situasi. Cheryl orang kaya jadi mungkin setiap tahun kemari. Lalu dengan cepat gadis ini kembali pada Auristella. "Tenang. Kita tidak akan mengganggu kencanmu. Aku sudah minta Hyeon Jae untuk mengajak Min Ho dan Hector. Kita triple date."

Tapi gadis ini melotot tajam ke arah Cheryl atas sorakan sahabat eropanya itu. Jadi... dia diawasi? Wahhh... sangat sangat tidak asik. Dengan cepat langkahnya meniggalkan kedua teman dan menuju parkiran. Sudah ada Hyeon Jae di sana. Lengkap dengan satu teman dan satu bodyguardnya.

"Kenapa setuju sih ajak mereka?"

Hyeon Jae mengangkat sebelah alis. "Hillaeri bilang kamu yang minta."

"What?" mereka sudah dibodoh-bodohi teman sendiri.

"Hay, Min Ho. Hay, Hyeon Jae. Hay, Hector." Salam gadis eropa itu ceria, tanpa merasa bersalah sama sekali. "Oh iya. Kali ini Cheryl sudah menyusun rencana jalan-jalan kita. Jadi, kita ikuti saja mau dia."

"Kan aku yang punya acara." Sela Auristella tak terima tapi Hyeon Jae sudah memegang bahunya menenangkan. Gadis ini sempat memberi pandangan tak terima tapi ketika sang pacar menggeleng untuk tetap tenang akhirnya ia menurut.

"Yang lain berangkat bareng Hector. Auristella sama aku."

Cheryl nampak tak setuju dengan pemikiran itu tapi sang atasan sudah memprotes sebelum dia berucap. "No no. Aku tidak mau diatur untuk ini. Kamu tetap bersama Min Ho di mobil Hector."

~.......~

Ia membeku di tempat. Pemandangan yang tersaji memang sangat bagus. Villa ini punya set lengkap. Dua kamar tidur, kitchen set modern, ruang makan indoor dan outdoor, bahkan ruang tamu juga ada. View pantai dan sinar matahari yang mulai meredup di ujung sana juga menambah keindahan. But, ini bukan tempat yang murah kan?

Pagi tadi, selepas keluar dari area Blackfire, mobil yang dinaiki Cheryl memimpin hingga masuk parkiran tanjung benoa. Untuk para pria memang tak berniat bermain di sana, sejujurnya Auristella juga tak terlalu berselera karena moodnya yang sudah hancur sejak awal tapi karena paksaan dua sahabatnya, ia akhirnya mencoba beberapa wahana.

Pertama, mereka menaiki parasailing. Parasut yang terbang dan di tarik boat dengan lumayan kencang. Lalu banana boat, dan wahana yang mirip tapi berbentuk donat. Mereka jatuh berulang di dalam air. Hanya itu yang dimainkan Auristella sebelum bergabung dengan tiga lelaki yang hanya diam memperhatikan sejak awal. Kondisi pantai cukup sepi dan itu membuat suasana canggung makin kentara.

"Bagus kan pilihanku?" Cheryl menyombongkan diri setelah sampai berdiri di sisi Auristella yang sibuk memandangi pantai dari sisi private pool. Gadis itu berhasil memecah lamunannya. "Setelah menghabiskan semua wahana di tanjung benoa, tempat ini sangat strategis untuk memanjakan diri. Ada spa juga, nanti kita coba."

Auristella sudah menoleh cepat dengan pandangan tajam. "Kau menyatakan diri sebagai tour guide dan ini hasilnya? Apa tidak ada yang lebih efisien? Hotel di sekitar benoa juga banyak. Dan berapa uang yang kau habiskan, Cheryl?"

"Aku tidak menghabiskan uangku. Ini semua pakai uang Veronica." Gadis ini menarik napas dalam-dalam untuk meredam gejolak ingin membunuh orang sekarang juga. "Ini tempat rekomendasi dari banyak website dan vlog. Meski agak mahal."

"Agak?" jemarinya tergenggam menahan emosi. "Sebenernya yang mau liburan siapa sihh? Kok aku ngerasa stress banget malah."

"Kan emang aku yang niat liburan."

Lihatlah wajah yang berujar dengan tampang tanpa dosa itu. Auristella memalingkan wajah bertepatan dengan Hillaeri yang datang menghampiri. "Au, Ryl. Mau pesan makan apa? Kita makan di villa aja yaa? Kalian pasti juga capek kan kalau mau keluar?"

"Mana Hyeon Jae?" dibalas dengan pertanyaan lain oleh Auristella.

Lihat selengkapnya