Gadis Ketiga Belas

aether.writes
Chapter #30

029˚ 01ʼ 7,13ˮ Kalimat Terpanjang

Mereka memang jadi mengunjungi pantai dengan pemandangan sunrise yang berada tepat di sisi jalan. Dengan berbekal snack dan minuman dari swalayan 24 jam keduanya menunggu sekitar satu jam hingga akhirnya tertidur dan melewatkan waktu-waktu terindah ketika sinar mentari solar system itu muncul. Hyeon Jae dan Auristella sama-sama menertawakan diri sendiri.

Mungkin karena cukup lelah. Selain Auristella yang menangis semalaman bahkan bengkak di mata itu masih terlihat -meski sekarang ada kacamata hitam yang menutupi- dan Hyeon Jae yang berkeliling sana ke mari mencari sang pacar. Lelaki itu membawa mobil keluar dari parkir sembarangannya selepas tawa reda, lalu melajukannya menuju sebuah hotel dekat sana. Auristella sihh tidak terlalu pikir panjang karena bahkan matanya sekarang susah untuk terbuka. Ngantuk dan bengkak jadi satu

Namun ketika mereka sudah sampai lobby, dan penjaga di sana tanpa bertanya langsung membungkuk hormat lalu mengarahkan mereka ke sebuah villa. Bukan kamar hotel, tapi pool villa club dengan fasilitas lengkap. Interiornya bahkan sudah sangat bagus. Jangan bilang pacarnya itu bertingkah seperti Cheryl? Menghabiskan uang dengan tak manusiawi.

"Aku atau kamu yang mandi dulu?"

"Ini kamu habis berapa?"

Pertanyaan yang dibalas pertanyaan. "Ini bisnis keluargaku." Dan gadis di hadapannya itu membuka mulut kaget sambil geleng-geleng kepala lemah. "Jadi aku atau kamu yang mandi dulu?"

"Eh. Kamu aja deh. Aku mau rebahan dulu." Lelaki itu sudah akan berbalik ketika Auristella kembali melontarkan pertanyaan. "Tapi kita nggak punya baju ganti, kan?"

"Nanti pihak hotel belikan."

"Waw." Kehidupan orang kaya memang berbeda.

Hyeon Jae sudah hilang di balik pintu kamar mandi. Auristella memandang sekeliling, dan bahkan menyempatkan diri menengok bagian belakang dengan kolam yang langsung memberikan sanur beach view indah. Ini bisa dijadikan tempat bagus untuk melihat sunrise kan?

Ia kembali ke dalam dan langsung menghempaskan diri di atas ranjang. Empuk dan nyaman sesuai yang dikira. Matanya terpejam, berusaha lebih menikmati tempat mahal ini. Sampai ia benar-benar tertidur bahkan ketika Hyeon Jae sudah keluar kamar mandi dan memanggilnya untuk bergantian membersihkan tubuh. Lelaki ini tersenyum kecil melihat penampakan itu. Ia melepas alas kaki yang tadi beli di indomart 24 jam. Mengingat tentang Auristella yang marah-marah karena sang kasir wanita terus menggoda Hyeon Jae membuat ia tertawa lagi.

Bel kamar berbunyi. Ada bellboy yang mengantar pesanannya tadi. Baju ganti miliknya dan Auristella. Setelah dirinya memakai ulang pakaian, lelaki ini juga beranjak ambil posisi di sisi ranjang yang kosong. Villa milik keluarganya ini memang hanya punya king bed karena lebih sering ditinggali ayah dan ibunya ketika berkunjung untuk wisata.dan tak butuh waktu lama untuk ia juga terlelap kembali dalam mimpi.

~.......~

Ia terbangun karena sinar matahari terik masuk dari dinding kaca balkon. Sengaja Auristella buka tadi untuk melihat pemandangan dan ketika hari makin siang, gadis yang tak sengaja tertidur itu jadi mendapat usikan tak nyaman. Matanya membuka dan hal pertama setelah penyesuaian cahaya matahari, gadis ini mendapai Hyeon Jae yang tertidur di sisi.

Untuk sekarang ia benar-benar mengaku telah jatuh cinta padanya. Lelaki tampan yang tidur menghadap Auristella itu nampak sangat nyaman. Dan sebuah senyum tipis muncul di bibir gadis ini sebelum akhirnya terganti dengan kegetiran ketika kenyataan kembali lewat. Ia spontan bangkit dan memilih menutup tirai di jendela kaca itu lalu melangkahkan diri menuju kamar mandi.

Ketika keluar, pacar di atas ranjangnya sudah bangun. Auristella yang lupa membawa baju ganti langsung merapatkan bathrobe yang ia kenakan. Hyeon Jae hanya terkekeh mendapati respon itu. Ia menunjuk sebuah paperbag di atas meja dengan pandangan, yang langsung diambil Auristella sebelum kembali masuk ke kamar mandi.

Tak terlalu lama hingga gadis itu keluar dari sana. "Style karyawan hotelmu oke juga."

Hyeon Jae mengangguk saja. "Mau makan? Kita belum sarapan selain roti."

"Oh iya. Come on!"

Lelaki itu bangkit, meletakkan laptop yang sempat ia ambil dari mobil ke atas nakas. Lalu ikut keluar dari wilayah villa bersama dengan sang pacar. Auristella yang jalan di depan makin melambat ketika memandangi daerah sekitar dengan taman indah. Keluarga Charero makin kaya saja, pintar memanfaatkan peluang bisnis dengan baik.

Hyeon Jae menggamit jemari gadis itu dan menuntunnya ke arah resto bernuansa klasik. Bambu-bambu aesthetic menjadi penghias di sana. Ia tanpa perlu bertanya memesan makanan untuk mereka berdua. Masakan yang bahkan tak akan pernah ditolak Auristella karena itu adalah favorit. Shrimp soup yang diolah dengan bumbu asli Meksiko.

Lihat selengkapnya