Membujuk Hyeon Jae bukan perkara mudah, lelaki itu benar-benar marah dan dengan kata manis Auristella bukanlah pilihan tepat untuk merayunya. Ia sudah tak ingin lagi mendengar kata-kata sang pacar dan ini sedikitnya membuat Auristella frustasi. Ia ditinggal di kamar sendiri sedangkan lelaki itu ada di ruang lain dengan meja kerja yang entah sedang mengurus apa.
Tidak. Tidak bisa dibiarkan begini.
Ia bangkit dan menuju dapur. Untuk membuatkan minuman hangat di malam hari masih bisa ia lakukan dan dengan alibi mengantarkan gelas, dia bisa masuk ke ruang kerja. Namun selepas meletakkan teh chamomile di atas meja, dia ambil duduk di kursi depannya.
Hyeon Jae melirik sejenak setelah lewat setengah jam. Benar-benar sejenak. "Tidur, Au. Sudah malam."
Ia mencegah diri sendiri untuk tidak mengatakan kalimat semacam 'aku tidak bisa tidur tanpa teman'. Kalimat klise yang bisa memperburuk situasi. "Sudah malam. Kamu juga harus tidur, Hyeon Jae."
"Aku masih ada urusan."
"Aku juga."
Lelaki itu melirik lagi lalu memilih abai. Auristella menghela napas berat. Ia kira akan ada pertanyaan semacam 'apa?' untuk menanyakan maksud urusannya barusan. Tapi Hyeon Jae terlalu nampak tak peduli.
"Aku sungguh-sungguh minta maaf. Aku tadi bukannya sengaja, maksudku iya aku salah. Ini kebiasaan yang salah. Hyeon Jae sungguh. Aku hanya bohong seperti itu pada Reksa dan Cheryl karena mereka sering terlalu mengekangku untuk tidak ini dan itu. Bahkan lebih parah dari kak Briel. Aku janji deh, setelah ini nggak bohong-bohong lagi."
Hyeon Jae kali ini benar-benar menatap cukup lama sebelum berdecak kesal. "Kembali ke kamar, Au! Aku terganggu." Tapi ia kembali pada pekerjaannnya lagi kemudian.
Ada yang salah dengan Auristella. Ia benci situasi ini. Sangat. Bahkan tanpa sadar setetes air matanya merembes ke pipi dilanjutkan dengan sekawanan yang lain. Isakan kecil yang muncul kemudian secara cepat mengambil alih kesadaran Hyeon jae. Lelaki itu tergugu dan mengangkat kedua alis atas tangisan sang pacar.
"Aku sungguhan minta maaf. Tadi itu tidak sengaja." Hyeon Jae buru-buru bangkit lalu memutar kursi Auristella agar secara penuh menghadapnya yang sedang setengah berdiri di lantai. "Aku tidak pernah melakukan itu padamu, Hyeon Jae. Tidak akan pernah." Tapi isakan masih melanjutkan sebagai penyerta kalimat. Sang pacar merentangkan tangan dan dengan cepat Auristella menyambut pelukan itu.
Tangisnya makin menjadi. Dia memang tidak pernah membohongi Hyeon Jae. Hanya menyembunyikan fakta kalau hubungan mereka tak akan pernah berjalan untuk selamanya. Kenapa akhir-akhir ini ia jadi sentimental dengan masalah yang sama. Selesainya masa hidup Auristella 13.
Pelukannya makin erat. Ini berat. Semua kenyamanan dekat dengan salah satu makhluk bumi memang salah, tapi Auristella tak bisa memungkiri kalau dia punya beban berat akibat memikirkan tentang berakhirnya hubungan ini.
Dia menggeleng pelan di balik tangisnya tapi tak bisa juga menghilangkan bayang-bayang tentang bagaimana ia meninggalkan Hyeon Jae nanti. Apakah lelaki itu bisa hidup tanpanya? Dia akan sakit jika sang pacar sedih tapi akan lebih terluka jika Hyeon Jae bisa punya keluarga bahagia nanti dengan wanita lain.
Tangisnya makin pecah dan untuk beberapa saat mereka masih berada dalam posisi itu. Hingga Auristella ketiduran karena lelah.
~.......~
Ia sudah ganti bersama Reksa sekarang. Bukannya apa. Setelah kejadian tangisan histeris tadi malam, paginya ia terbangun dengan memelut erat Hyeon Jae di atas kasur. Lebih parahnya lagi, lelaki itu bangun lebih awal darinya. Menyebabkan banyak rona merah muncul di pipi karena malu.
"Kita benar-benar tidur seranjang."
Bisikan pelan sebelum Hyeon Jae bangkit dan menuju kamar mandi. Auristella sudah menggila sendiri di atas kasur sebelum akhirnya minta diantar pulang saja setelah sarapan demi menjaga fungsi jantung agar tetap bekerja.
Karena masih tak ingin ditinggal sendiri akibat Cheryl yang belum balik, ia secara pribadi meminta Reksa menemani. Tentu saja dengan ijin Hyeon Jae karena mau bagaimanapun sangat susah jika lelaki itu kembali marah dan tak ingin bicara seperti tadi malam. Itu menyiksa fisik dan batin Auristella. Dan akhirnya ia punya ijin meski sangat diberati hati. Lagipun Hyeon Jae tak bisa terus menemani karena ia ada urusan tentang keluarga Charero yang bahkan Auristella tak penasaran sama sekali, asal bukan masalah pertunangan dan sejenisnya.