Gadis Ketiga Belas

aether.writes
Chapter #36

035˚ 01ʼ 7,13ˮ Simulasi


"Sistem quantum ini akan menganalisi gen mu selama sepuluh menit lalu membuat simulasi virtualnya dalam data atom dengar. Kau bisa menggerakkan tubuh seperti manusia meski kehadiranmu di sana tak akan terlihat siapapun. Tapi saranku, simpan gerakanmu karena itu terbatas. Kalau daya simulasi virtualmu habis, kau benar-benar tak akan bisa bergerak sampai video selesai."

Auristella mengangguk yakin ke arah Reksa yang sekarang mulai membuka sebuah kotak yang menjadi oleh-oleh dari Capeville. Dalam waktu lima detik, balok dengan tebal tak sampai tiga sentimeter itu menguraikan diri menjadi alat berundak dengan delapan layar hologram lebar mengelilingi tubuh Auristella. Bagian berundak tadi ada di sisi lain pusaran dan itu adalah alat di mana Reksa sedang mengoperasikan sesuatu. Alat ini tampaknya memiliki kemampuan untuk menciptakan proyeksi holografis yang kompleks dan luas. Dengan delapan layar hologram, alat inimampu menampilkan berbagai informasi atau visualisasi dalam tiga dimensi. Auristella takjub sejenak sebelum suara Cheryl menyadarkan.

"Capeville memang sekeren itu. Jangan terlalu takjub dengan hal kecil begini!"

Auristella hanya mengerling malas dari balik cahaya tipis kebiruan. Setidaknya ada yang masih bisa diapresiasi dari Cheryl. Gadis itu membatalkan semua list liburannya ketika mendengar Auri akan menjelajahi atom dengar.

"Dalam enam menit lagi kau akan masuk."

Dari posisi Cheryl sekarang, dia tampak mengangkat sebelah tangan membentuk kepalan sebagai tanda memberi semangat.

"Lima menit."

Cheryl mengingatkan lagi untuk tak banyak bergerak. Tujuannya hanya mencari petunjuk yang berhubungan dengan Tania.

"Tiga menit."

"Reksa. Bagaimana jika aku ingin menskip beberapa alur? Apa yang harus kutekan?"

Lelaki di sisi lain itu melotot tak suka. "Belajar sendiri di sana nanti. Satu menit lagi kau akan masuk."

"Tiga puluh detik."

"Hati-hati, Veronica."

Friday, 14 October 2022

01.00 pm

Ketiganya tertawa lepas setelah lewat dari pintu kelas. Si Orlando. Teman mereka yang asal timur itu, baru saja dimarahi habis-habisan oleh wali kelas mereka yang killer. Oke. Memang tidak baik senang di bawah penderitaan orang tapi anak ini sudah sering keterlaluan. Entah karena apa, sejak naik kelas 3 kepribadiannya jadi sombong dan tak jarang menindas adik kelas. Dinasehatin pun malah balik kena amuk, jadi yaaa bersyukur dia jadi bahan omelan Mr. Alderic. Orlando sudah banyak mencemari nama kelas.

"Ini kita ngapain sih ke aula?" Anna mulai mengajukan tanya selepas tawa mereka reda karena memasuki lorong sepi gedung utama Blackfire. Aula adalah area lantai 2 dari gedung ini.

"Katanya sih kita mau tamasya gitu habis ujian minggu depan. Ngabisin anggaran covid yang selama dua tahun ini kebuang sia-sia." Kedua sahabat sisanya terkekeh atas argument Hillaeri barusan.

Auristella yang ada paling depan mendorong pintu besar ruang aula. Anak kelas mereka memang datang terlambat karena masih berurusan dengan Mr. Alderic tadi jadi tempat duduk sini sudah hampir full. Beruntung di area yang tak jauh dari panggung utama, ada 3 kursi lowong. Ketiganya bergegas ke sana sebelum di ambil alih orang lain.

"Gila gila gila." Bisik Hillaeri yang duduk paling sisi, Auristella yang di tengah terpaksa mendengarkan ocehan maut si fangirl satu ini. "Ada si marga Jang di atas panggung. Dia panitia? Ya Tuhan. Ganteng banget."

"Diem Hil."

"Apa sih sewot aja."

Auristella mengerling malas. Temannya memang agak kurang ajar. Jadi daripada buang waktu, dia lebih memperhatikan area panggung yang dimana perwakilan tiap jurusan sudah ada bersama panitia lain. Blackfire punya 5 bidang jurusan; Sains, Seni, Bahasa, Sosial, dan Filsafat.

"Buat keputusan akhir, kita ambil kemah. Tempatnya udah ditentuin dan untuk teman tenda juga udah pakai sistem acak. Mohon untuk tidak protes karena sistem komputer yang menentukan partner tenda kalian.

"Untuk bis kita pakai sistem undian yaa? Satu bis dua kelas." Lelaki di atas panggung itu mengangkat sebuah wadah kaca berisi banyak kertas yang bisa diyakini bertulis nama-nama kelas tingkat akhir di Blackfire. Ada 10 kelas karena masing-masing jurusan hanya menyediakan dua kelas bagi pendaftar sekolah. Makanya sekolah ini termasuk yang punya persaingan ketat di dunia.

"Seni 1." Lamunan sejenak Auristella pecah ketika nama kelasnya disebut. Sedikit menjauh dari Hillaeri yang sudah bisik-bisik histeris di samping. Ketika matanya melirik papan layar di depan sana, nama kelasnya bersanding dengan Sains 1. Kelas Reksa, sahabat kecil Auri. Dan Hyeon Jae, lelaki favorit Hillaeri.

Pemandangan ini sudah pernah ia lihat detail di video terakhir dan ia memilih menggunakan seperempat daya simulasi virtualnya untuk mempercepat dan memilih tanggal keberangkatan kemah. Tidak baik jika dia malah ketiduran karena memperhatian hal membosankan ketika ujian dan belajar malam.

Ternyata mengoperasikan tombol skip tinggal tekan doang.

Sunday, 23 October 2022

08.00 am

"Aku tidak suka kegiatan sosial." Cetusan Anna barusan membuat dua temannya tertawa renyah. Hillaeri sudah menepuk bahu Anna lembut dan bersiap memberi petuah.

"Anggap aja kita bertiga liburan. Jangan peduli yang lain!"

"Yes." Auristella membenarkan. "Pasti seru kok. Aku jamin."

"Eh, ayo ayo masuk bis dulu." Hillaeri memecah suasana. "Aku mau cari tempat duduk sama Hyeon Jae."

Dan tentu saja respon dua sahabat yang lain hanya menahan geli. Gadis itu jalan lebih dulu dan ketika Auristella yang paling belakang akan melangkahkan kaki memasuki tangga bis, seseorang mencekal. Salah satu panitia yang ia kenal secara pribadi meminta tolong pengabsenan anggota bis. Karena ketua kelas Sains 1 menjadi panitia umum sedangkan ketua Seni 1 memang sejak dua hari lalu sakit jadi tidak ada yang bertanggung jawab dalam pengabsenan.

Auri akhirnya mengambil tugas dan mengabses setiap orang yang ribut sendiri. Apalagi beberapa orang tidak Nampak meski sudah datang sebab sibuk mengurusi regu lain sebagai panitia. Salah satunya Reksa. Lelaki itu mengirimi pesan untuk mencarikan tempat duduk yang nyaman buat keduanya.

Lihat selengkapnya