Kantor kedutaan. Satu-satunya pilihan untuk melapor tentang keberadaan Veronica yang sudah kembali. Selepas kemarin mereka berundung bersama di rumah Oma, semua sepakat untuk kembali ke Capeville lebih dulu. Ketika nama veronica didaftarkan sebagai pengunjung wisatawan Bumi maka hal itu dengan cepat sampai istana dan pasukan kerajaan akan menjemput kemudian. Jadi, jika exhuman ini masih ada di sekitar Putri Mahkota maka mereka dianggap menyembunyikan keberadaannya dan mendapat hukuman paling bagusnya adalah mati tanpa siksaan. Auri tak ingin ada korban lagi jadi dia memastikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa semua kerabat satu spesiesnya pulang ke tanah air.
Sedangkan Oma, dia memilih menetap. Katanya tak ada yang berani membunuh wanita sepuh karena secara mengejutkan dia adalah bagian dari keturunan blaster antara exhuman dan Lubis. Darahnya dihormati meski takdirnya bukan dengan memiliki strata tinggi. Lagi pula cerita Auristella haruslah logis. Tak mungkin kan dia hidup mandiri selama 17 tahun.
Selepas pendaftaran namanya yang sedikit membuat heboh di kedutaan, keduanya pulang untuk menyambut para pengangkut barang. Mereka perlu pindah rumah karena mau bagaimanapun pemuJang an ini beberapanya punya riwayat exhuman yang sudah tak bisa lagi dihapus ketika mereka kemarin berusaha membersihkan setiap jejak. Jadi pilihan satu-satunya adalah pindah.
Tentang hak asuh Austino, ia sudah membereskan sebelumnya dan semoga lelaki kecil itu tak banyak protes. Walinya sekarang juga exhuman yang menetap bumi dan mungkin akan bercerita sedikit tentang Veronica dan asal usulnya. Tapi yang lebih penting dari itu, semoga dia selalu baik-baik saja. Adiknya masih tidak mengerti tentang jati dirinya. Dia adalah makhluk blaster manusia dan exhuman. Orang tuanya tentu meninggal karena kegagalan gen sedangkan Austin baru bisa ditemukan jati diri asli ketika sampai umur 17 tahun. Entah jadi exhuman, atau manusia biasa.
"Coba cek ulang barangmu, Au!" titah oma yang baru akan mendekat pada pick up pengangkut barang mereka. Ini sudah yang kedua kali. "Tinggal satu kali angkut lagi ini."
"Sebentar, Oma."
Langkahnya masuk dengan mengedar pandang cepat. Mereka harus pindah rumah supaya exhuman di area ini tidak terkena imbas atas tidak melapornya ketika Putri Mahkota Ann Empire bereinkarnasi. Dan tentu saja barang-barang penting tak boleh bersisa. Untuk atom mata-mata, Reksa berhasil meretasnya sedikit jadi masa lalu mereka tak payah dihiraukan.
Ia mengecek ulang kamar dan pemutaran kehidupan Auristella 13 tayang dengan sendirinya dalam pikiran. Bagaimana hangatnya keluarga ini? Tentang Aubriella, Oma, dan Austin. Tentang aktifitas sembunyi-sembunyinya ketika jadwal les tiba. Tentang penjuangan belajarnya agar bisa diterima di Balckfire. Satu tetes air mata leleh. Semua ingatan tadi hanya akan jadi sekedar ingatan kecil. Tidak akan kembali lagi.
Dering telpon memecah tiba-tiba. Gadis ini teringat tentang benda pipih yang harus segera dimusnahkan. Dia melirik sejenak penelepon dan menghela napas berat ketika nama sang sahabat muncul di sana.
"Kau dimana? Hyeon Jae sadar dan dia mencarimu kemana-mana."
Auristella memandang langit-langit sejenak. Tak boleh ada isak tangis yang keluar. "Aku pulang."
"Kemana? Di asrama nggak ada? Atau apartement Hyeon Jae? Aku dan Hector tunggu di rumah sakit yaa?"
"Sepertinya kau harus tau ini, Hil. Aku dan Hyeon Jae hanya pacar pura-pura. Kita nggak sungguh-sungguh."
Hening sejenak di ujung sana. "Ini bukan waktunya bercanda, Au. Hyeon Jae sudah marah-marah gegara nggak nemuin pacarnya pas buka mata pertama kali. Please datang cepet yaa? Hector bisa kena amuk lagi ini."
"I can't, Hil. Bilang ke dia kalau urusan kita udah selesai. Dia berhasil ngelindungi aku dan aku berhasil buat pertunangan kalian bubar. Dan sekarang waktunya aku pergi."