Gadis Menangis Mewariskan Luka

Rifin Raditya
Chapter #4

Bab 4

Jakarta, 2023


Reymon dan Juleha berdiri di balkon, memandangi gang sempit yang tampak lembap selepas hujan. Lampu-lampu kios masih menyala, tapi suasananya terasa sepi, seolah gang itu sedang menarik napas panjang.

Juleha masih sama seperti beberapa minggu lalu. Di wajahnya tersisa memar yang belum sepenuhnya hilang. Entah berapa kali sehari Adam melayangkan tangan, Reymon tak pernah tahu, dan ia juga bukan tipe yang suka ikut campur. Apalagi jika yang dihadapi adalah Adam, tubuhnya kekar dan temperamennya seperti kawat putus. Melihatnya saja bikin Reymon jengah.

Sudah beberapa hari Adam tak pulang. Juleha tidak pernah bertanya sedikitpun. Ada lega di nadanya, tapi uang yang ditinggalkan Adam tak seberapa. Entahlah apa yang harus Juleha lakukan kalau perutnya dicambuk kelaparan.

"Kenapa nggak pulang ke rumah orang tua, Mbak? Daripada dipukulin terus," tanya Reymon pelan.

Juleha menggeleng, lirih. "Orang tua juga pada nggak bener. Mencar entah ke mana. Sejak lulus SMP, udah putus kabar. Masih hidup apa nggak… nggak ada yang tahu."

Reymon menelan ludah. "Terus, sama Mas Adam…?"

"Ya nikah aja." Ia mengangkat bahu. "Jaman sekarang nggak perlu sakral-sakralan. Ke KUA, beres."

Hening sejenak.

"Aku ketemu Adam waktu masih kerja di pabrik," lanjutnya. "Dulu dia baik. Tapi setelah tahu aku mandul… ya gitu. Mulai meledak-ledak. Apalagi sekarang dia di-PHK, kerja serabutan. Makin jadi. Sampai mukul-mukul."

"Dia sekarang di mana?"

"Nggak tahu. Biarin. Di sini cuma bikin rusuh."

"Kenapa nggak lapor polisi?"

Lihat selengkapnya